Jadi Pembicara Nasional, Walikota Pekanbaru Sebut Industri Digital Potensial Dalam Pemulihan Ekonomi

Walikota Pekanbaru, DR. H. Firdaus, ST, MT

PEKANBARU - Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus, ST, MT turut menjadi pembicara skala nasional dalam Opening Linimuda Digitali Fest dengan Tema Grab Your Future in The Digital Industry yang diadakan melalui zoom meeting, Sabtu (9/1). 

Dalam kegiatan tersebut, ada empat pembicara, yakni, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah, H. E. Umar Hadi selaku perwakilan Kedutaan Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus, ST, MT dan Prof. Bramantyo Djohanputro selaku Dekan PPM Of School Management

Dalam pemaparannya, Walikota Firdaus menyebutkan pandemi Covid-19 yang mulai menyebar di wilayah Indonesia sejak Maret 2020 menghantam hampir semua sektor ekonomi di Indonesia.

Dari data statistik, Kontraksi ekonomi pun terjadi dan berimbas pada kondisi resesi yang ditunjukkan dengan negatifnya pertumbuhan ekonomi selama dua triwulan berturut-turut, yaitu masing-masing di triwulan kedua 2020 (-5,32%) dan triwulan ketiga 2020 (-3,49%).

"Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan di negeri ini, dan diperlukan sebuah langkah strategis untuk segera keluar dari bayang-bayang krisis ekonomi yang berkepanjangan," kata Walikota Pekanbaru.

Walikota menilai, Pemerintah harus segera mengoptimalkan sumber daya ekonomi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi juga sangat penting, guna memastikan proses pemulihan ekonomi berjalan dengan semestinya.

"Industri digital salah satu faktor potensial dalam meningkatkan perekonomian. Dengan demikian, negara harus mampu memetakan mana saja sektor-sektor ekonomi yang dapat menjadi tulang punggung percepatan pemulihan ekonomi nasional," paparnya. 

Sekedar informasi, perkembangan digitalisasi di Indonesia memang telah meningkat sangat pesat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Akses internet bagi masyarakat Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan. Khususnya, sejak pemerintah memfokuskan pembangunan infrastruktur secara masif, khususnya infrastruktur digital, termasuk di wilayah yang masuk ke kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Kesadaran masyarakat akan pentingnya berjejaring serta literasi digital dalam memanfaatkan teknologi juga mulai tumbuh, seiring dengan semakin meratanya akses digital dan terjangkaunya harga smartphone sebagai media dalam menghubungkan masyarakat dengan dunia luar yang cenderung tanpa batas. (kominfo pku)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar