UJUNG TANJUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi resmi membuka program Pesantren Kilat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan kerohanian ini dirancang khusus untuk mempertebal keimanan sekaligus membentuk karakter para warga binaan selama masa pembinaan.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih. Kehadiran pihak KUA sekaligus menandai sinergi kuat antar-instansi dalam menyukseskan program pembinaan kepribadian di dalam Lapas.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Tanah Putih memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Lapas atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga membakar semangat para warga binaan agar memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

"Kami berharap program ini tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan menjadi bekal spiritual yang nyata untuk menjalani proses hijrah. Perubahan karakter yang lebih baik dan pemahaman ibadah yang benar adalah kunci utama saat nanti kembali ke masyarakat," ujar Kepala KUA Tanah Putih.
Untuk memastikan hasil yang optimal, Lapas Bagansiapiapi telah menyusun kurikulum intensif yang menyentuh berbagai aspek fundamental agama. Materi yang diajarkan berfokus pada tiga pilar utama:
• Ilmu Fiqih Ibadah: Panduan praktis tata cara beribadah sehari-hari yang sah sesuai syariat.
• Akidah Akhlak: Penanaman pondasi keimanan yang kuat serta pembentukan karakter dan perilaku mulia.
• Tahsin Al-Quran: Bimbingan khusus untuk memperbaiki tata cara membaca Al-Quran agar tartil, baik, dan benar.
Melalui momentum pesantren kilat ini, pihak Lapas Bagansiapiapi berharap para warga binaan dapat mengoptimalkan waktu mereka untuk menimba ilmu. Sinergi berkelanjutan dengan instansi keagamaan seperti KUA menjadi bukti komitmen Lapas Bagansiapiapi dalam menghadirkan program pembinaan yang berdampak positif bagi masa depan para WBP.
