Pencarian

Karhutla Riau Semester I 2026 Capai 15.477,9 Hektare, Berikut Rinciannya

Jumat, 17 Juli 2026 • 09:08:15 WIB
Karhutla Riau Semester I 2026 Capai 15.477,9 Hektare, Berikut Rinciannya
Tim Manggala Agni berjibaku menjamin kebakaran lahan gambut di Provinsi Riau | Foto: mcr

PEKANBARU – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau selama periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026 mencapai 15.477,9 hektare, yang terdiri atas 14.227,3 hektare lahan gambut dan 1.250,7 hektare lahan mineral. Data tersebut merupakan hasil analisis citra satelit yang dilakukan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH).

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara dan disusun sebagai bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengendalian karhutla di Riau.

"Hasil analisis citra satelit menunjukkan luas karhutla di Provinsi Riau periode 1 Januari sampai 30 Juni 2026 mencapai 15.477,9 hektare. Data ini kami sajikan secara head to head dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya agar menjadi bahan evaluasi bersama. Kembali lagi, ini bukan hanya masalah angka, tetapi harus menjadi perhatian dan pembelajaran penting agar semua pihak terus bahu-membahu mencegah karhutla serta menanggapi sedini mungkin jika terjadi di wilayahnya," ujar Ferdian, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni 8.239,5 hektare. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya 48,3 hektare, serta lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 (214,7 hektare), 2023 (723,2 hektare), 2022 (256,8 hektare), 2021 (2.235,8 hektare), dan 2020 (4.580,4 hektare). Meski demikian, luas karhutla tahun ini masih lebih rendah dibandingkan semester pertama 2019 yang mencapai 10.410,9 hektare.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Pelalawan dengan luas kebakaran mencapai 4.582 hektare. Luasan tersebut melonjak dibandingkan tahun 2025 (647,8 hektare), 2024 (1.120,5 hektare), 2023 (10,3 hektare), 2022 (491,5 hektare), 2021 (1.867,7 hektare), dan 2020 (1.984,5 hektare), namun masih berada di bawah capaian semester pertama 2019 yang mencapai 6.012 hektare.

Kabupaten Indragiri Hilir berada di urutan berikutnya dengan luas karhutla 956,6 hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 (76 hektare), 2024 (97,6 hektare), 2023 (220,5 hektare), 2022 (10,8 hektare), 2021 (386,4 hektare), 2020 (381,7 hektare), dan 2019 (738,9 hektare).

Di Kota Dumai, luas karhutla pada semester pertama tahun ini mencapai 607,1 hektare. Luasan tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 (7,6 hektare) dan 2024 (408,6 hektare), namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2023 (738,8 hektare), 2022 (351,5 hektare), 2021 (829,2 hektare), dan 2020 (1.252 hektare).

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hilir mencatat luas karhutla 289,6 hektare, meningkat dibandingkan tahun 2025 (45,8 hektare) dan 2024 (102,4 hektare). Kabupaten Siak mencatat luas kebakaran 281,1 hektare, lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 maupun 2024 yang masing-masing tercatat 198,4 hektare.

Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami kebakaran seluas 199,3 hektare. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan tahun 2025 yang hanya 3,5 hektare, tetapi masih jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2024 (1.618 hektare) maupun tahun 2019 (5.326,2 hektare).

Selanjutnya, Kabupaten Kuantan Singingi mencatat luas karhutla 103,1 hektare, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 5,6 hektare. Kabupaten Kampar mencatat luas 90,1 hektare, lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang hanya 3 hektare.

Di Kabupaten Indragiri Hulu, luas karhutla tercatat 80,7 hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang nihil, namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 132,3 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu mencatat luas karhutla 40,5 hektare, lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 70,3 hektare. Adapun Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan luas karhutla terkecil, yakni 8,4 hektare.

Secara keseluruhan, luas karhutla di Riau pada semester pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 907,8 hektare. Luasan tahun ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 (4.257,6 hektare), 2023 (2.141,2 hektare), 2022 (2.726,1 hektare), 2021 (6.509,7 hektare), dan 2020 (14.643,9 hektare). Namun demikian, angka tersebut masih berada di bawah semester pertama tahun 2019 yang mencapai 28.214,6 hektare.

Ferdian menegaskan, data tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar tidak lengah, terutama karena sebagian wilayah Riau mulai memasuki puncak musim kemarau.

"Yang terpenting bukan sekadar mengukur besar kecilnya luasan kebakaran setiap tahun, tetapi bagaimana seluruh elemen dapat memperkuat patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta merespons secepat mungkin ketika ditemukan titik api. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif agar karhutla tidak berkembang menjadi lebih luas," tutupnya. (*)

Bagikan
Sumber: mediacenterriau

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks