INHU,RIAUKARYA- Potensi bahaya akibat jaringan PLN yang dinilai belum standar, ada dilokasi ini. Lokasi tersebut merupakan area pemukiman padat penduduk. Tepatnya di desa Kuala Kilan kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri hulu (Inhu).
Lokasi rentan bahaya tersebut juga dianggap sangat mengganggu stabilitas transportasi masyarakat. Pasalnya, berada di jalan raya menuju pasar Kilan. Jalan ini juga merupakan alur jalan lintas selatan yang dimiliki oleh wilayah kecamatan Batang Cenaku.
Salah seorang warga setempat, PJ (60) saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan jika potensi Bahaya itu diakibatkan karena jaringan listrik yang mungkin belum dikondisikan baik. PJ bilang, ada kabel melintang di tengah jalan yang sangat rendah.
PJ menambahkan, tinggi kabel terpasang itu hanya sekitar 12 meter dari tanah. Sehingga kerap terjadi insiden armada tronton yang menyangkut di kabel itu. PJ menuturkan seridaknya sudah ada dua kali kejadian serupa di tempat itu,namun masih untung karena kewaspadaan supir juga warga pada akhirnya kejadian tersebut tak jadi fatal.
" Kami kadang ramai berteriak saat ada tronton nyangkut di kabel itu " ujarnya.
Kemudian, selain itu kabel melintang tersebut juga disanggah hanya memakai pipa atau tiang kecil. Sehingga di yakini tak akan mampu bertahan dan gampang patah jika benar benar tertarik oleh tronton yang melaju di jalan.
" Kabel itu terpasang melintang,pendek sekali dari jalan dan hanya di topang tiang seperti pipa kecil " tutur PJ lagi.
Masih di potensi gawat, lebih tepatnya tak jauh dari area tersebut terdapat juga keluhan warga. Warga tersebut merupakan pemilik warung bakso Windu. Windu mengeluh adanya tiang induk yang tepat berada di tanah yang jadi halaman warungnya.
Walau menyadari bahwa itu peta pemerintah dalam menata jaringan PLN, namun jika diperbolehkan Windu berharap adanya pemindahan tiang induk yang dimaksud. Menurut Windu, harapannya itu juga pernah di sampaikan melalui proposal kepada pihak PLN di Rengat, beberapa tahun lalu.
Namun, entah sebab apa tiang induk yang ada di halaman dan dianggap sangat menutup pintu masuk warungnya itu sampai saat ini masih ada berdiri. Windu mengaku tak memaksa, namun jika ada solusi maka ia akan sangat berterimakasih kepada pemerintah dan PLN.
Dipihak lain, alias tetangga setempat, Af (47) saat bersama awak media membenarkan jika Windu memang pernah berupaya meminta pemindahan tiang induk PLN yang di maksud, hingga petugasnya datang ke tempat itu.
Namun entah sebab apa tidak terjadi pemindahan, dirinya tidak tahu. Menurut Af, tindakan PLN tahun tahun sebelumnya sudah tepat,yakni mendatangi zona bermasalah dan bertemu langsung dengan pihak yang bersangkutan, dalam hal ini Windu sendiri yang menyodorkan proposal itu.
" Artinya, telah ada penyampaian langsung atas permintaan itu dan selanjutnya Pak Windu seharusnya lebih tahu" tutup Af.
Pihak PLN Cabang Rengat dalam hal ini melalui Humas Gita Lorena saat dikonfirmasi awak media ini justru meminta wartawan kirimkan foto kabel yang melintang yang ditopang hanya menggunakan tiang kecil saja.
" Bisa di fotokan foto jaringan yg menurut info warga tiang penyangganya lemah pak " pintanya singkat melalui pesan selullernya, Senin (22/06/2026) sekira pukul 15.00 WIB. (*)