Stres Diteror Pinjaman Online, Seorang Ibu Rumah Tangga Bunuh Diri

Ilustrasi

RiauKarya.com - Seorang ibu rumah tangga berinisial WPS (38), warga Selomarto, Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah meninggal akibat bunuh diri, Sabtu (2/10). Dia diduga nekat mengakhiri hidupnya usai tak tahan diteror penagih hutang dari pinjaman online (pinjol).

Kapolres Wonogiri Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan, korban kali pertama ditemukan tewas dengan cara gantung diri di halaman depan rumahnya, Sabtu dini hari.

"Korban frustrasi, stress dikejar-kejar sama pinjaman online itu sehingga akhirnya bunuh diri di rumahnya," kata Dydit saat dihubungi dari Sleman, DIY, Selasa (5/10).

Sosok korban yang tergantung dengan seutas tali tersebut pertama kali ditemukan oleh ibu mertuanya yang tinggal di seberang rumah WPS.

Bersamaan dengan ditemukannya korban, didapati surat wasiat yang menuliskan alasan WPS nekat mengakhiri hidupnya. Dalam pengakuannya, korban ini terlilit hutang total puluhan juta Rupiah dari 23 pinjol.

"Ada tulisannya memang bahwa sering diteror-teror begitu," beber Kapolres.

Kata Dydit, WPS ini juga tidak pernah bercerita kepada suaminya akan masalah yang membelitnya ini. Keterangan sang suami hanya menyebut bahwa korban nampak berperilaku tak biasa dan terlihat selalu gelisah beberapa hari terakhir.

"Jadi di surat wasiat itu ada rincian pinjamannya (korban)," lanjut Kapolres menambahkan.

Jenazah almarhum sesaat setelah ditemukan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Petugas medis tak menemukan tanda-tanda penganiayaan dan menyimpulkan WPS meninggal karena bunuh diri.

"Jenazah sudah dimakamkan beberapa waktu lalu," sebutnya.

Dydit melanjutkan, saat ini pihaknya telah mengamankan serangkaian barang bukti terkait kasus ini. Antara lain, tali yang dipakai korban untuk mengakhiri hidupnya, surat wasiat, dan beberapa unit ponsel.

"Saat ini laporan dari pihak keluarga korban belum ada. Tapi saat ini kita sedang lakukan proses penyelidikan. Kami memberikan edukasi juga tapi, jangan tergiur bujuk rayu pinjol karena kalau nggak bisa bayar akan diteror dan dikejar-kejar," pungkasnya. ***






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar