Literasi Digital di Siak: Bahaya Kejahatan di Ruang Digital

SIAK - Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital. 

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. 

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital. Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah. 

4 pilar digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Pada, Sabtu 14 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB, acara Webinar digelar di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Riau yaitu, Drs. H. Syamsuar, M.Si memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

BUDHI WIDI ASTUTE (Kepala Departemen Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana), pada pilar KECAKAPAN DIGITAL. Budhi memaparkan tema “JENIS-JENIS MESIN PENCARIAN (SEARCH ENGINE) DAN TIPS MEMILAH INFORMASI DARI MESIN PENCARIAN”. 

Dalam pemaparannya, Budhi menjelaskan mesin pencarian merupakan program yang memiliki kemampuan untuk mencari dan mengidentifikasi berbagai informasi di halaman situs web di internet berdasarkan basis data dengan bantuan kata kunci. Beberapa mesih pencarian, meliputi Google, Bing, Yahoo, Yandex, dan sebagainya. 

Cara menggunakan mesin pencarian informasi, meliputi pilih situs yang diinginkan, ketik kata kunci pencarian, menggunakan suara, gunakan fitur pembatasan jenis, serta gunakan fitur pembatasan waktu. 

Partisipasi dan kolaborasi menggunakan mesin pencarian informasi, meliputi bagikan informasi dengan sumber yang jelas disertai referensi yang valid, bagikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, serta enambahkan, melengkapi, atau memperbaiki informasi yang tertera pada laman pencarian informasi. 

Dilanjutkan dengan pilar KEAMANAN DIGITAL, oleh INDIRA WIBOWO (Public Speaker, Duta Wisata Indonesia 2017, dan Owner @mydearscraft). Indira mengangkat tema “JENIS-JENIS PENIPUAN DI INTERNET DAN CARA MENGHINDARINYA”. 

Indira membahas internet sehat adalah konsep penggunaan internet untuk melindungi diri sendiri serta orang lain dari kemungkinan bahaya atau risiko di dunia online. Jenis penipuan digital, meliputi phising, toko online palsu, scam, social engineering, lowongan kerja palsu, dan sebagainya.

Cara menghindari phising, meliputi selalu perhatikan email yang digunakan, waspada website plesetan, perhatikan sapaan yang digunakan, cek alternatif teks, serta tata bahasa yang buruk. Ciri-ciri toko online palsu, antara lain akun media sosial memiliki banyak pengikut namun tidak ada yang aktif, komentar dinonaktifkan, harga lebih murah dari harga aslinya, tidak mempunyai alamat toko yang jelas, serta tidak ada bukti transfer. Ciri-ciri lowongan kerja palsu, meliputi semua jurusan bisa masuk, menampilkan gaji yang menggiurkan, membayar biaya transfer dan akomodasi, serta menggunakan email atau website gratis.

Pilar BUDAYA DIGITAL, oleh FITRA LESTARI (Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA RIAU). Fitra memberikan materi dengan tema “LITERASI DIGITAL BAGI TENAGA PENDIDIK DAN ANAK DIDIK DI ERA DIGITAL”. 

Fitra menjabarkan tugas tenaga pendidik, meliputi mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi public figure, dan pengabdian. Tugas anak didik, meliputi disiplin, punya cita-cita, dan komitmen belajar. Permasalah pembelajaran online saat ini, diantaraya pembelajaran online yang tidak serius, media pembelajaran yang terkendala jaringan, kurangnya interaksi, serta banyak pemakaian kuota. 

Strategi digital bagi anak didik, meliputi kelola waktu dengan baik, tempat nyaman, siapkan perangkat yang dibutuhkan, komunikasi dengan pengajar dan teman, serta jaga kebersihan.  

Narasumber terakhir pada pilar ETIKA DIGITAL, oleh DEDI IRAWAN (Dosen S2 Fisika dan FKIP UNRI). Dedi mengangkat tema “DIGITAL LITERASI FOR PARENTS: SUITABLE AND SAFE INTERNET FOR MINOR AND TEENS”. 

Dedi menjelaskan karakteristik generasi digital meliputi digtal immigrant dan digital native. Digital immigrant, merupakan generasi yang mengenal internet seletah meraka dewasa. Sedangkan, digital native, merupakan generasi yang lahir pada zaman digital dan berinteraksi dengan peralatan digital pada usia dini. 

Kekuatan digital pada anak laksana pisau bermata dua, karena terdapat dampak positif dan negatif pada media sosial. Dampak positif media sosial meliputi kemudahan memperoleh data dan informasi terbaru serta sebagai sarana meningkatkan kreatifitas dengan membuat sesuatu yang bermanfaat. Dampak negatif pada media sosial yaitu, dapat menyebabkan kecanduan atau adiksi serta dapat melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Tantangan orang tua di era digital ialah orang tua yang gagap tekonologi dan orang tua tidak tahu harus bagaimana. Pola pengasuhan digital orang tua yang baik dengan cara, perkuat komunikasi dengan anak, bekali diri, terus belajar, gunakan aplikasi parental control, buat aturan bersama, jadi teman dan pengikut anak di media sosial, bermain bersama anak di media sosial, serta menjadi teladan digital bagi anak.

Webinar diakhiri, oleh REVIKA AVERAMITA GUNAWAN (Micro Influencer dengan Followers 33,9 Ribu). 

Revika menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa cara menggunakan mesin pencarian informasi, meliputi pilih situs yang diinginkan, ketik kata kunci pencarian, menggunakan suara, gunakan fitur pembatasan jenis, serta gunakan fitur pembatasan waktu. 

Cara menghindari phising, meliputi selalu perhatikan email yang digunakan, waspada website plesetan, perhatikan sapaan yang digunakan, cek alternatif teks, serta tata bahasa yang buruk.

Strategi digital bagi anak didik, meliputi kelola waktu dengan baik, tempat nyaman, siapkan perangkat yang dibutuhkan, komunikasi dengan pengajar dan teman, serta jaga kebersihan. 

Pola pengasuhan digital orang tua yang baik dengan cara, perkuat komunikasi dengan anak, bekali diri, terus belajar, gunakan aplikasi parental control, buat aturan bersama, jadi teman dan pengikut anak di media sosial, bermain bersama anak di media sosial, serta menjadi teladan digital bagi anak. (rilis)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar