KUANSING - Kepala Desa Jalur Patah Fahrizal mengharapkan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa itu bisa membantu pemerintah daerah dalam programnya dengan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Terutama berkaitan dengan upaya memutus mata rantai penyebaran dan pencegahan Covid-19," katanya, (16/08/2021) Senin.
Hal ini, kata dia, sekaligus untuk mewujudkan misi PKK yakni meningkatkan derajat kesehatan keluarga.
Ia mengatakan sudah sepatutnya jika pengurus TP PKK terus meningkatkan komitmen dengan intensif memberikan pemahaman kepada masyarakat akan langkah-langkah yang harus dilakukan sesuai dengan imbauan pemerintah.
“TP PKK harus aktif memberikan penyuluhan dan mensosialisasikan anjuran pemerintah kepada masyarakat untuk ikut berperan dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan mengikuti Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tutur Fahrizal.
Apalagi dalam kondisi perekonomian yang saat ini dirasa cukup terpengaruh akibat wabah Covid-19.

Kades Jalur Patah meminta agar TP PKK memantau segala hal yang bisa bernilai produktif untuk dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat di Desa Jalur Patah (Kec. Sentajo Raya).
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Jalur Patah, Teti Herda menyatakan permasalahan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan perihal kesehatan dan perekonomian semata.
Namun permasalahan pendidikan dan pola asuh anak yang berubah juga cukup banyak dikeluhkan para orang tua.
“Tidak hanya orang tua, anak pun dapat merasa stres karena larangan untuk bermain dan berkumpul bersama teman sebayanya, sehingga orang tua harus memutar otak agar si anak tidak merasa bosan karena kondisi saat ini,” katanya.
Ia juga meminta agar para orang tua dapat melihat sisi positif aturan tersebut karena orang tua justru memiliki lebih banyak waktu bersama anak dan keluarga.
"Sehingga jika dijalani dengan sabar, kreatif dan menyenangkan, kebersamaan tersebut dapat menjadi momentum berharga dan kesempatan bagi orang tua," demikian jelas Teti.

