Ilah Nafilah Guru Berprestasi dengan Karya Tulisnya

Illah Nafilah S.Pd dengan beberapa judul buku hasil karya tulisnya

INHU - Illah Nafilah, adalah salah seorang guru yang mengajar di SD Negeri 005 Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Dalam kesehariannya Illah Nafilah bertugas di SD Kelas Jauh Titian Resak, yang letaknya sekitar 2 kilometer dari sekolah induk.

Dulunya dia adalah anak transmigrasi asli dari Indramayu (Jabar) yang diberangkatkan menuju Riau ini pada tahun 1980 an.

"Waktu itu saya masih belum bersekolah, karena di daerah ini sekolah SD belum ada yang di buka," ujar Illah Nafilah saat dikonfirmasi, Selasa (1/12).

Mulai menjadi tenaga pengajar sebut dia pada tahun 1994 masih status sebagai guru honorer. Sedangkan diangkat menjadi PNS pada tahun 2002 sampai saat sekarang ini. 

Sebagai profesi seorang guru Illah dituntut untuk lebih banyak lagi berkreasi. Terutama untuk memajukan dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Inhu tercinta ini. 

Seiring dengan berjalannya waktu lambat laun dengan kegigihan dan semangat serta dibarengi juga dengan doa dan dengan dukungan rekan-rekannya akhirnya beberapa prestasi pun berhasil ia torehkan dibidang karya menulus ini. 

Beberapa piagam dan penghargaan pun, berhasil ia dapatkan. Ibu dari empat orang anak ini mencoba mengalahkan ego dan kemalasan diri, dengan bergabung di Media Guru Indonesia pada tahun 2018, dengan mengikuti Sagusabu 1 Inhu pada bulan Februari tahun 2018, sehingga termotivasi dan memiliki keinginan kuat untuk menuliskan ide-ide yang sangat banyak dalam benaknya. 

Setelah bergabung di Media Guru Indonesia akhirnya ide-ide ia untuk menulispun tercapai juga beberapa buku karyanya sudah diluncurkan, diantaranya buku karya tulisan dia," Ajarkan Aku Menjadi Istri Idaman. 

"Karena Dead Line dalam pelatihan tersebut satu bulan, maka dalam satu bulan itu saya dapat menyelesaikan satu buku, ya buku pertama saya berjudul "Ajarkan Aku Menjadi Istri Idaman," ujarnya. 

Lalu dalam bulan yang sama ia juga mengikuti pelatihan menulis bersama Media Guru Indonesia di acara Meeting Writing Cham / MWC 7 Pekanbaru, yang di selenggarakan di LPMP Provinsi Riau, dalam pelatihan ini juga ia menghasilkan satu karya tulis, berjudul " Aku Tersungkur di Hadapan-Mu" yang merupakan buku kumpulan puisi.

Selanjutnya, selain telah bergabung di Media Guru Indonesia Illah Nafilah juga bergabung di komunitas menulis Gurusiana yang saat ini beranggotakan lebih dari 70 ribu peserta se Indonesia.

Di komunitas menulis Gurusiana tersebut, kembali wanita 46 tahun ini harus mengikuti tantangan menulis 365 hari. Yang pada hari ini  1 Desember 2020 telah memasuki hari ke 263 hari menulis tanpa jeda di Gurusiana.

Dari hasil karya-karyanya Illah Nafilah telah mendapatkan berbagai penghargaan dan sertifikat dari tantangan menulis tersebut. Di antaranya, Piagam Biru untuk peserta yang lolos menulis 30 hari, Piagam Perak untuk peserta yang lolos menulis 60 hari berturut-turut, Piagam Emas untuk peserta yang lolos menulis selama 90 hari berturut-turut, Piagam Platinum untuk peserta yang lolos menulis selama 180 hari berturut-turut

"Dan saat ini menuju Piagam Diamond, sedang dalam proses karena baru mencapai 263 hari menulis menuju 270 hari menulis, semoga sampai dan tercapai, mohon doa dan dukungannya," harap Illah Nafilah. 

Dijelaskannya juga, disetiap awal bulan Media Guru Indonesia mengadakan Lomba menulis. Dan dalam hal itu Illah Nafilah memenangkan dua kali Lomba, diantaranya Lomba menulis bulan Juli dengan tema lomba "Berani Mengajar Siap Belajar", dan baru saja di bulan November 2020 ini juga memenangkan Lomba Menulis dengan tema "Guru Indonesia Merdeka Berkarya". 

"Alhamdulillahirobbil 'Aalamiin..
Semoga seberkas tulisan ini dapat menginspirasi bagi para pembaca," tutupnya.(surya) 






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar