Konveksi dan Sablon Restu Inayah akan Fasilitasi Siswa Sistem Belajar Daring

Usaha Konveksi dan Sablon Restu Inayah Simpang 4 Belilas

INHU - Dengan adanya kondisi saat sekarang ini yang masih dilanda pandemi Covid-19, membuat aktifitas kita mengalami kendala hampir disemua sektor. Baik itu ekonomi, hiburan, olahraga dan kegiatan lainnya seperti pendidikan juga merasakan dampak dari pada pandemi Covid-19 ini. 

Dimana untuk pendidikan ini pemerintah mengambil kebijakan bagi semua siswa dari seluruh jenjang untuk melakukan aktivitas belajar dirumah. Ini semua bertujuan baik agar anak-anak kita tidak terkontaminasi covid - 19 yang semakin hari kian mengganas. 

Dengan belajar dirumah dengan cara daring (dalam jaringan) tentunya cara efektiv untuk pencegahan penularan Covid-19. 

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah.

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda.

Semua sektor merasakan dampak corona. Dunia pendidikan salah satunya. Dilihat dari kejadian sekitar yang sedang terjadi, baik siswa maupun orangtua siswa yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring ini merasa kebingungan, sehingga pihak sekolah ikut mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut.

 Beberapa siswa yang tidak memiliki handphone melakukan pembelajaran secara berkelompok, sehingga mereka melakukan aktivitas pembelajaran pun bersama. Mulai belajar melalui videocall yang dihubungkan dengan guru yang bersangkutan, diberi pertanyaan satu persatu, hingga mengabsen melalui VoiceNote yang tersedia di WhatsApp. Materi-materinya pun diberikan dalam bentuk video yang berdurasi kurang dari 2 menit.

Permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran akan tetapi ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi siswa dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak dan banyak diantara orangtua siswa yang tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet.

Hal ini pun menjadi permasalahan yang sangat penting bagi siswa, jam berapa mereka harus belajar dan bagaimana data (kuota) yang mereka miliki, sedangkan orangtua mereka yang berpenghasilan rendah atau dari kalangan menengah kebawah (kurang mampu). Hingga akhirnya hal seperti ini dibebankan kepada orangtua siswa yang ingin anaknya tetap mengikuti pembelajaran daring.

Dalam hal tersebut salah satu usaha Konveksi dan Sablon Restu Inayah Simpang 4 Belilas yang ada hubungannya juga dengan dunia pendidikan merasa ikut prihatin dengan keadaan ini. Dan ingin membantu kepada mereka terutama kepada para siswa yang orang tuanya kurang mampu. Dalam hal ini Konveksi Restu Inayah akan mempasilitasi bagi siswa yang tidak mempunyai kuota internet dengan cara menyediakan Wi-Fi gratis.

Hal tersebut seperti yang disampaikan pemilik konveksi dan sablon Restu Inayah Kasiyanto dengan sapaan akrabnya Mas Yoyok, saat ditemui awak media, Kamis (17/9) di tempat kerjanya. 

Yoyok mengatakan dalam kondisi saat ini dirinya merasa prihatin terutama kepada adik-adik para pelajar yang melakukan belajar secara daring namun terkendala dengan kuota internet. Untuk itu sebagai kepedulian nya terhadap hal tersebut, Mas Yoyok bersedia menyediakan fasilitas berupa tempat dan jaringan Wi-Fi gratis khusus untuk belajar. 

"Silahkan buat adik-adik yang ingin belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya untuk datang ke Konveksi Restu Inayah terutama buat adik-adik pelajar yang berdomisili disekitar Simpang 4 Belilas. Untuk tempat kita sediakan dan untuk jaringan Wi-Fi semuanya gratis," ujarnya. 

Namun dengan satu catatan kata Mas Yoyok, adik-adik harus tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, gunakan masker yang standar, mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan dan jaga jarak aman. 

"Untuk adik-adik yang ingin belajar ditempat Restu Inayah tentunya juga dibatasi maksimal 15 orang bisa bergantian waktunya dari pagi jam kerja sampai sore," imbuhnya. 

Semoga apa yang Restu Inayah perbuat bisa bermanfaat dan dapat membantu mereka dari kalangan ekonominya menengah kebawah dalam belajar secara daring ini. (shp) 





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar