55 Orang Guru Honor Komite Dapat Bantuan Paket Sembako dari PGRI Seberida

INHU - Pengurus Daerah (PD) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menyiapkan 196 paket sembako untuk guru honorer komite. Penyerahan paket sembako sebagai bentuk kepedulian PGRI terhadap guru honorer komite pada pandemi virus corona (Covid-19).

Sesuai rencana, pendistribusian bantuan paket sembako itu bersempena peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu tanggal 2 Mei 2020. Penyerahan bantuan sembako dipusatkan di lima titik termasuk di Kecamatan Seberida yang dipusatkan di Kantor Korwil Pendidikan Titian Resak, yang usai dilaksanakan sekitar pukul 09.30 Wib.

Kegiatan dihadiri Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan Seberida, Ernilawati SS.MSi, Perwakilan PD PGRI Kabupaten Inhu, Sri Hardono S.Pd SD, Ketua PC PGRI Kecamatan Seberida, H.Sutarno MPd beserta pengurus dan penerima bantuan.

Dalam arahan yang disampaikan Ketua PC PGRI Kecamatan Seberida H.Sutarno M.Pd mengatakan, bantuan ini murni dari PGRI baik dari PD maupun dari PC diperuntukan bagi guru honor komite yang terdampak Covid-19.

Bantuan dari PD PGRI Kabupaten Inhu untuk masing-masing Kecamatan sebanyak 14 paket. Namun, kata Sutarno untuk Kecamatan Seberida pengurus PC menambahkan jumlah penerima bantuan 41 guru PTK dan keseluruhannya menjadi 55 paket bantuan yang disalurkan.

" Ini berdasarkan Surat PGRI Kabupaten Indragiri Hulu Nomor 002/PGRI INHU/IV/2020 tanggal 23 April 2020 tentang hasil rapat online terkait Pandemi Covid 19 dan hasil rapat Pengurus PC PGRI Kecamatan Seberida tanggal 25 April 2020," ujar Sutarno.

Selanjutnya daftar nama penerima bantuan dampak pandemi Covid 19 PC PGRI Kecamatan Seberida dengan sasaran bantuan diberikan kepada Guru/Tenaga Pendidik Honorer yang layak dibantu akibat dampak Pandemi Covid-19 dalam bentuk sembako sebanyak 55 orang dengan rincian, 14 orang bantuan dari PGRI Kabupaten Indragiri Hulu dan 41 orang bantuan dari PC PGRI Kecamatan Seberida. 
Sasaran bantuan adalah 1 (satu) Orang Guru/Tenaga Pendidik Honorer di setiap sekolah.

Sementara itu Kepala Korwil Ernilawati menyampaikan, tidak semua guru honor komite mendapatkan bantuan. Erni menjelaskan, yang mendapatkan bantuan khusus untuk guru honor komite yang betul-betul sangat membutuhkan dan dari sekolah yang aktif membayar iuran PGRI, sebut Korwil yang telah didata oleh Kepala Sekolah masing-masing.

Untuk itu ia berharap kepada anggota PGRI yang selama ini fakum baik dari tingkat TK, RA, Paud, KB, hingga SLTA, mari kita sama-sama untuk aktif kembali iuran PGRI." Karna peran anggota dalam iuran sangat berarti demi kemajuan PGRI termasuk ada kasus seperti ini yaitu pandemi covid-19," sebut Ernilawati.

Disisi lain, Sri Hardono selaku perwakilan dari PD PGRI Kabupaten Inhu menyatakan, pihaknya mohon maaf karna tidak semua guru honor   dapat bantuan. Kenapa kita memilih guru honor komite yang mendapatkan bantuan? Karena ini merupakan sudah hasil rapat bersama dan beberapa pertimbangan. 

Hardono juga menambahkan, sebetulnya dari pihak pengurus ingin sekali semua guru honor mendapatkan bantuan, tapi apalah daya semua itu tidak mungkin terjadi karena dengan adanya keterbatasan dana.

" Sebetulnya kita menginginkan semua guru honor dapat bantuan, namun dengan keterbatasan dana maka kita ambil keputusan dengan sebijak-bijaknya, hanya untuk guru honor komite itupun tidak dapat semuanya, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," ungkap Sri Hardono.

Dia juga menambahkan untuk yang dapat bantuan jangan dilihat dari nilai jumlahnya, tapi ini sebagai bentuk kepedulian PGRI yang turut prihatin dengan adanya wabah covid ini, semoga wabah ini cepat berlalu dan kita bisa kembali masuk sekolah.(shp)




[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar