Penampakan Harimau di Sorek Ternyata Kucing Hutan

Tim gabungan BKSDA dan Polsek Pangkalan Kuras saat investasi penampakan harimau Sumatera d Sorek ternyata Harimau Akar / foto: riaupotenza.com

PELALAWAN - Keberadaan pak Belang yang sempat menghebohkan warga di Desa Sorek II Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan beberapa hari terakhir ternyata hoaks. Bukan Harimau Sumatera yang melenggang di hutan Sialang, tapi kucing hutan atau harimau Akar. Hal ini diketahui setelah Tim BKSDA bersama Polsek Pangkalan Kuras melakukan investigasi langsung ke lokasi.

"Berita yang beredar di media on line tentang berkeliaran harimau Sumatra di kawasan perkebunan PT Surya Bratasena Plantation sebanyak 5 ekor adalah tidak bemar atau hoax,’’ jelas Kapolres Pelalawan AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIk, MSi melalui Paur Humas Iptu Edi Haryanto menyampaikan hasil investigasi bersama polisi dan BKSDA serta sosialisasi, Kamis (27/2/2020).

Begitu pula lanjutnya, gambar atau foto harimau yang beredar diambil warga bernama Sawal dari Fb an. Puja kesuma dan setelah dicocokan oleh Tim BKSDA foto tersebut di lokasi Jambrut - Siak.

‘’Jejak-jejak yang ditemukan yang diduga jejak harimau setelah di analisa Tim BKSDA adalah bukan jejak harimau. Namun jejak tersebut mirip jejak macan akar atau sejenis kucing hutan karena jejaknya kecil berukuran panjamg 6 cm, lebar 4 cm,’’ bebernya.

Tim BKSDA lanjutnya tetap akan memasang kamera pemantau di lokasi yang diduga jejak harimau atau jejak harimau akar sejenis kucing hutan untuk mencari data yang lebih akurat dan untuk menjawab keresahan di masyarakat. 

‘’Pihak BKSDA, perusahaan dan Polri akan mensosialisasikan hasil investigasi dan analisa temuan kepada masyarakat supaya tidak terjadi keresahan,’’ ungkapnya sambil menyebutkan Tim gabungan terdiri dari 5 personil polisi dipimpin oleh Kanit IK AKP Ruzensyah, 5 personil BKSDA dipimpin Sugito, 1 TNI dari Babinsa Sorek Dua  Sertu Marwan. Serta pihak perusahaan PT Surya Bratasena Plantation sebanyak 10 orang dipimpin oleh GM Zul Amri.

Dijelaskannya, kegiatan investigasi dan analisa di mulai jam 11.00-18.00 WIB tanpa ada kendala awalnya tim gabungan mencari masyarakat yang melihat secara langsung harimau Sumatra dan melakukan wawancara di lokasi.

Dari keterangan Sawal, Ibas, Doni dan Suwarno yang sempat menyebarkan keberadaan harimau di sekitar lokasi diketahui, Sawal mengaku melihat secara langsung harimau Sumatra sebanyak 1 ekor pada Rabu (26/2/2020)  sekira jam 08.30 WIB di sekitar hutan kepungan Sialang Desa Sorek Dua Kecamatan Pangkalan Kuras. Saat itu Sawal hendak menuju pabrik kelapa sawit PT. Surya Bratasena Plantation (PT SBP).

Katanya Sawal waktu itu, harimau tersebut menyeberang  jalan poros kebun kelapa sawit. Pria yang akhirnya meminta maaf karena menyebarkan foto tak benar awalnya mengaku mengambil dokumen memakai kamera HP dengan jarak lebih kurang 50 m.

Lalu, Ibas dan Doni menerangkan pada saat jaga malam alat berat di kawasan PT SBP afdeling 7 melihat cahaya mata yang diduga harimau Senin (24/2/2020) sekira jam 20.00 WIB, dengan jarak lebih kurang 50 m. Namun keduanya mengaku tidak jelas apakah bentuk tubuhnya karena cuaca gelap. Kejadian ini dilaporkan kepada security yang patroli dan dilakukan pengecekan di lokasi dan tidak dijumpai harimau tersebut.

Lalu warga lain tambah Paur Humas, Suwarno menerangkan ada melihat 3 ekor harimau di sekitar kebun kelapa sawit miliknya di Sungai Alam Desa Dundangan  Selasa (25/2/2020) sekira jam 10.00 WIB pada saat akan manen kelapa sawit.

Kemudian dilakukan koordinasi dengan pihak PT SBP dan BKSDA  dan langsung melakukan cek dan memeriksa di lokasi penampakan harimau Sumatra serta  menganalisa jejak-jejak yang diduga jejak harimau Sumatera.

Selain hasil analisa diatas juga diketahui dari pengakuan Sawal di lokasi hutan kepungan Sialang tentang melihat langsung harimau tidak benar (hoax) karena jejak harimau yang dijumpai tidak sesuai bentuk jejak harimau dari hasil analisa Tim BKSDA dan lokasi gambar foto harimau yang beredar tidak sesuai dengan aslinya ini semua rekayasa Sawal untuk menakuti masyarakat.

Begitu juga pengakuan Ibas dan Doni di lokasi afdeling 7 tentang melihat cahaya mata diduga harimau setelah di analisa oleh Tim BKSDA jejak-jejak di lokasi tidak dijumpai jejak harimau tapi dijumpai jejak mirip hariau akar, sejenis kucing hutan dan tidak berbahaya bagi manusia maupun hewan ternak.

Di lokasi Sungai Alam Desa Dundangan sambung Edi atas pengakuan Suwarno setelah dilakukan pengecekan dan analisa dari Tim BKSDA tidak di jumpai jejak harimau Sumatra dan hanya jejak mirip harimau akar atau sejnis kucing hutan. (rpz)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar