PPDB di SMPN 1 Seberida Membludak

INHU - Hari pertama penerimaan siswa baru di SMPN 1 Seberida, yang berlokasi di pusat desa Titian Resak membludak, pada Rabu (3/07/2019). Para orang tua siswa yang didominasi kalangan ibu rumah tangga, tampak antusias saling berdesakkan di depan halaman sekolah untuk menyerahkan berkas pendaftaran.

"Saya sejak pukul 08.00 Wib sudah di sini mengantri dan berharap berkas pendaftaran anak yang baru tamat SD cepat diproses dan mendapatkan nomor pendaftaran,"ungkap  Lilis warga desa Titian Resak saat mengantri untuk memasukan berkas pendaftaran anaknya. 

Lilis mengaku sebelum mendaftar, terlebih dahulu memprintkan data zonasi bagi anaknya guna melengkapi berkas pendaftaran. "Saat ini memang harus pakai sistem zonasi jarak antara tempat tinggal dengan sekolah, yang dinilai mendukung penerimaan siswa baru,"ungkapnya lagi. 

Disinggung pendaftaran dengan sistem zonasi yang baru diberlakukan tahun ajaran ini, sebagian orang tua wali merasa keder atau agak bingung apalagi pendaftarannya secara online. 

Akan tetapi bagi para pendaftar yang tidak mendaftar secara online bisa juga secara langsung mendaftar ke meja panitia pendaftaran yang memang sudah disediakan ada 6 meja pendaftaran yang melayani calon siswa. 

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 1 Seberida, Sri Hardono yang dikonfirmasi diruang kerjanya, membenarkan pada hari pertama penerimaan siswa baru tampak padat, karena sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah favorit dan berada di lingkungan padat penduduk yang sebagian besar petani sawit. 

Dijelaskannya, SMPN 1 Seberida untuk tahun ajaran baru ini hanya tersedia 7 Rombel (Rombongan belajar) dengan kapasitas siswa sekitar 224 siswa. 

"Sedangkan yang sudah mendaftar dihari pertama ini sudah mencapai 300 calon siswa," tuturnya. 

Selanjutnya kata Sri, untuk sistem zonasi kuota siswa yang wajib diterima oleh sekolah adalah 80 persen, untuk prestasi 15 persen dan mutasi atau perpindahan siswa 5 persen.

"Memang pendaftaran peserta didik baru dengan sistem zonasi baru tahun ini kita melaksanakannya. Semoga saja dengan pendaftaran sistem zonasi ini tidak ada yang merasa dirugikan nantinya, kita berharap dapat berjalan dengan lancar tanpa ada permasalahan,"tutupnya.(ris)


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar