Pencarian

Tanggapi Pemecatan Waketum dan Sekjen PPP, Rusli Effendi: 'Saya Tak Ikutan, Jujur Menyedihkan'

Kamis, 29 Oktober 2026 • 14:31:19 WIB
Tanggapi Pemecatan Waketum dan Sekjen PPP, Rusli Effendi: 'Saya Tak Ikutan, Jujur Menyedihkan'
Tokoh PPP sekaligus mantan Wakil Ketua Umum DPP PPP, Rusli Effendi, menyampaikan keprihatinan atas dinamika internal partai.

JAKARTA – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menjadi sorotan. Menanggapi kabar pemecatan Wakil Ketua Umum (Waketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, Rusli Effendi, mantan Waketum DPP PPP, menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi yang terjadi di tubuh partai berlambang Ka'bah tersebut.

Rusli mengaku sedih sekaligus prihatin melihat perkembangan yang terjadi di internal PPP. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam keputusan tersebut karena sudah tidak lagi menjadi bagian dari kepengurusan partai.

“Saya nggak ikutan, jujur menyedihkan,” ujar Rusli Effendi saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon.

Menurut Rusli, dinamika dalam organisasi politik merupakan hal yang tidak sepenuhnya dapat dihindari. Namun, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi, musyawarah, dan mufakat, dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah partai dan menghindari konflik berkepanjangan yang berpotensi merugikan PPP, baik secara organisasi maupun di mata masyarakat.

Rusli menjelaskan bahwa keputusan yang menjadi sorotan tersebut berkaitan dengan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono.

“Keputusan kemarin itu merupakan keputusan Rakornas yang diketuai langsung oleh Ketum Mardiono. Saya tidak ikut karena memang bukan pengurus lagi,” ungkapnya.

Meski tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, Rusli menegaskan bahwa dirinya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan PPP. Ia mengaku tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan partai yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

“Sebagai orang yang dilahirkan dari rahim PPP dan dibesarkan oleh naluri kekeluargaan Partai PPP, yang paling penting adalah bagaimana PPP ke depan tetap solid, menjaga marwah partai, dan tidak terjebak kembali dalam konflik serta ego tertentu yang berkepanjangan,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam menyikapi dinamika internal PPP, Rusli juga pernah mengingatkan kader agar mengedepankan kesantunan, menahan diri, dan mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Hal tersebut sejalan dengan harapannya agar setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan secara bijaksana melalui mekanisme organisasi.

Bagi Rusli, konflik yang terus berlarut-larut dapat menjauhkan partai dari masyarakat dan menggerus kepercayaan publik. Karena itu, ia berharap seluruh elemen PPP dapat mengambil pelajaran dari situasi yang terjadi saat ini.

Ia pun menyayangkan kejadian tersebut dan menilai situasi yang berkembang menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan partai.

“Kejadian ini tidak hanya menyedihkan, tetapi juga menjadi sejarah baru. Kalau kita boleh jujur, malu kita,” tegas Rusli Effendi.

Rusli berharap PPP dapat segera menemukan jalan keluar terbaik melalui dialog dan musyawarah, sehingga perselisihan internal tidak semakin melebar dan partai dapat kembali fokus memperjuangkan aspirasi masyarakat.(*) 

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks