ROKAN HILIR – Jajaran Polres Rokan Hilir (Rohil) bergerak cepat memperkuat lini pertahanan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tim supervisi Operasi Kontinjensi Aman Nusa II melakukan peninjauan langsung guna memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan personel di 13 wilayah hukum Polsek jajaran pada Selasa (13/10/2026).
Kegiatan pengecekan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Rokan Hilir, Kompol Budi Pramana, S.Psi., bersama tim peninjau dari Bagian Operasional Polres Rohil.
Berdasarkan hasil verifikasi faktual di lapangan, infrastruktur pencegahan Karhutla di seluruh wilayah Rokan Hilir dinyatakan dalam kondisi prima dan siap operasional. Tim mencatat sebanyak 142 unit embung, 82 unit sekat kanal, dan 24 unit menara pantau tersebar di titik-titik strategis dalam keadaan baik. Sinergitas data administrasi Bag Ops juga dinyatakan sinkron dan akurat dengan kondisi riil di lapangan.
Selain infrastruktur penampungan air, berbagai peralatan pemadam krusial seperti mesin mini striker, selang, dan nozel telah disiagakan di posko-posko terkait.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops Kompol Budi Pramana, S.Psi., yang didampingi Kasi Humas Polres Rohil IPDA Anton, S.H., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan wujud nyata dari komitmen gotong royong lintas sektor.
"Kegiatan supervisi ini bukan sekadar memeriksa ketersediaan alat, melainkan memastikan kesiapan kita bersama. Semangat 'Polisi Bersama Masyarakat' terlihat nyata saat kita semua berdiri satu barisan menjaga lingkungan tempat kita tinggal. 142 embung yang penuh air, 24 menara pantau yang siaga memantau, dan ratusan personel gabungan yang siap bergerak — itulah pertahanan terbaik kita," ujar Kompol Budi Pramana menyampaikan pesan Kapolres.
Polres Rohil menekankan bahwa langkah terbaik dalam penanganan Karhutla adalah pencegahan sedini mungkin sebelum api muncul dan meluas. Kesiapan ini juga didukung kuat oleh sinergitas unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintahan desa, pihak perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga tokoh masyarakat setempat.
Meski secara keseluruhan sistem mitigasi berjalan optimal, Kabag Ops mencatat adanya beberapa material pendukung seperti selang yang memerlukan perawatan berkala dan peremajaan. Evaluasi ini akan segera ditindaklanjuti demi mempertahankan performa penanganan di lapangan.
Ke depan, Polres Rohil bersama instansi terkait akan terus mengintensifkan patroli terpadu dan sosialisasi pencegahan, khususnya di area-area yang dikategorikan rawan kebakaran.
"Yang terpenting bukan hanya alat yang lengkap, tetapi kesadaran dan kebersamaan kita. Masyarakat adalah mata dan telinga terdepan. Jika kita peduli dan saling menjaga, Rokan Hilir akan terbebas dari kebakaran lahan dan kabut asap," pungkasnya.