ROKAN HILIR – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Baitul Muta'alim yang berada di dalam lingkungan baru Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, Ujung Tanjung. Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berkumpul bersama jajaran petugas untuk menggelar pengajian dan doa bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram.

Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan gema shalawat ini menjadi momentum penting bagi para warga binaan untuk merefleksikan diri. Lantunan doa awal dan akhir tahun yang menggema dari dalam masjid menciptakan atmosfer spiritual yang kental di tengah keterbatasan ruang gerak mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar rutinitas keagamaan tahunan. Momen ini merupakan titik krusial bagi warga binaan untuk melakukan 'hijrah' secara mental dan perilaku.
"Tahun Baru Islam adalah lembaran baru. Kami berharap momentum ini menjadi titik balik bagi saudara-saudara kami di dalam untuk berhijrah dari masa lalu yang kelam menuju masa depan yang lebih baik, lebih taat, dan bermanfaat bagi masyarakat saat bebas nanti," ujar Agus Imam Taufik.
Untuk memperkuat esensi ibadah, pihak Lapas juga menghadirkan pemuka agama setempat guna memberikan tausiyah. Dalam ceramahnya, sang ustadz mengulas makna hijrah Nabi Muhammad SAW yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.

Kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis pendekatan spiritual yang terus digalakkan oleh Lapas Bagansiapiapi. Melalui penguatan benteng keimanan ini, diharapkan proses reintegrasi sosial para WBP saat kembali ke masyarakat nantinya dapat berjalan dengan sukses.
Acara khidmat ini ditutup dengan sesi bersalaman antara petugas dan warga binaan sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi di lingkungan gedung Lapas yang baru.