Komitmen Terhadap Pelayanan Masyarakat, Dinsos Rohil Terus Lakukan Perbaikan

Komitmen Terhadap Pelayanan Masyarakat, Dinsos Rohil Terus Lakukan Perbaikan
Kepala Dinsos Rohil, Andi Rahman SSos menyebutkan, Dinsos Kabupaten Rohil berkomitmen terhadap pelayanan kepada masyarakat. Dinsos Rohil terus melakukan perbaikan-perbaikan, Rabu (19/11/2025) di Bagansiapiapi. (Abdul Arif Rusni, Riaukarya.com)

BAGANSIAPIAPI - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berkomitmen terhadap pelayanan kepada masyarakat. Dinsos Rohil terus melakukan perbaikan-perbaikan, dan menginventaris sumber daya seperti operator, peralatan, serta sarana prasarana.

"Seperti sekarang ini diakhir tahun, kami coba merehab kondisi ruang pelayanan, sehingga nanti kedepannya ruang pelayanan ini nyaman bagi masyarakat yang berurusan ke Dinsos," sebut Kepala Dinsos Rohil, Andi Rahman SSos, Rabu (19/11/2025) di Bagansiapiapi. 

Dinsos Rohil, jelasnya, akan coba menambah loket pelayanan yang sekarang hanya tersedia dua loket. Nanti akan ditambah lagi tiga loket, jadi ada lima loket pelayanan agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu dalam hal surat menyurat admistrasi tentang pelayanan di Dinsos.

Andi Rahman juga menerangkan, target kedepan di tahun 2026, Dinsos Rohil akan melakukan perbaikan dan pembaharuan terhadap Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) terkhusus masyarakat yang ada di Rohil.

"Jadi nanti kami buat pola dan SOP-nya, sehingga masyarakat dipersilahkan kalau memang selama ini merasa belum mendapat bantuan atau tiba-tiba bantuannya hilang, maka silahkan membuat pengaduan atau berkonsultasi ke Dinsos. Kami akan siapkan ruangan khusus sarana pengaduan dan konsultasi untuk masyarakat," tuturnya. 

Untuk saat ini, ia menghimbau kepada masyarakat terutama yang penerima manfaat dari pemerintah melalui Kemensos, baik yang menerima BPNT maupun PKH, agar dalam kartu keluarganya tidak melakukan judi online, karena nanti bisa berakibat bantuannya akan dihapus oleh pemerintah. 

Kepala Dinsos Rohil meminta penerima bantuan untuk mengecek keluarganya jangan sampai terkait judi online. Pemerintah sekarang ini sudah menghentikan bantuan kepada 600 ribu penerima. Kalau memang merasa tidak pernah melakukan, silahkan datang ke Dinsos, atau jumpai pendamping sosial untuk dilakukan klarifikasi. 

Mudah-mudahan dengan dilakukan klarifikasi, sambung dia, datanya kembali sebagai penerima. Tapi tentunya ini berproses, mungkin paling cepat itu sekitar tiga bulan.

"Jadi itu target kedepan, mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik. Kami mohon dukungan dan doa dari kita semua agar kami bisa melakukan kearah perbaikan untuk masyarakat Rohil, sehingga masyarakat yang berhak menerima akan mendapatkan bantuan, dan yang tidak berhak menerima juga akan kita hapus," ucapnya.

Satu lagi, lanjut Andi Rahman, bagi masyarakat yang sebetulnya mampu tetapi kondisinya saat ini sebagai penerima, silahkan dilaporkan, karena Dinsos tidak tau bagaimana kondisi dilapangan.

Selain itu, tambah Andi, nanti bisa disanggah melalui cek bansos di aplikasi android. Silahkan di download di aplikasi cek bansos milik Kemensos di hp android, kalau memang ada melihat kejadian seperti itu silahkan laporkan. Tapi tentunya laporan ini haruslah valid, jangan karena hal-hal lain.

"Ketika dilaporkan, kami akan lakukan kroscek untuk mengetahui kebenarannya, bahwa mereka sudah kategori mampu tapi masih menerima. Maka kalau memang kondisi yang bersangkutan ternyata mampu, mau tidak mau kita usulkan untuk dihapuskan. Ini yang kita harapkan bersama, sehingga bantuannya bisa untuk yang lain bagi masyarakat yang berhak menerima. Ini yang akan kami cari polanya di tahun 2026 dan seterusnya," ujar Andi. (rif)

#Pemerintah

Index

Berita Lainnya

Index