INHU - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat kembali menggelar kegiatan edukatif dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kali ini, kegiatan bertajuk “Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Segmen BPU (Bukan Penerima Upah) kepada Wali Murid dan Siswa/i Pelatihan di Binlat Cakra Buana” dilaksanakan di Stadion Batu Canai, Minggu (2/11).
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan manfaat serta mekanisme kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja mandiri, termasuk calon tenaga kerja muda yang sedang menempuh pelatihan di lembaga pendidikan dan pelatihan (Binlat).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Binlat Cakra Buana, Sunaryo, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus, Pembina Binlat, Drs. H. Aristo, M.Pd, serta Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Rengat, Krismes Panggabean.
Dalam sambutannya, Ketua Binlat Cakra Buana, Sunaryo, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan pengetahuan penting tentang perlindungan bagi para peserta pelatihan dan para wali murid.
“Kami berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah hadir memberikan sosialisasi ini. Para peserta pelatihan di sini merupakan calon tenaga kerja yang nantinya akan terjun ke dunia kerja, dan sudah seharusnya mereka memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Binlat, Drs. H. Aristo, M.Pd, menambahkan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah konkret dalam membangun kesadaran generasi muda untuk menyiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan rasa aman.
“Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya untuk pekerja yang sudah mapan, tetapi juga penting bagi para calon pekerja. Dengan memahami sejak awal, mereka akan lebih siap dan peduli terhadap kesejahteraannya,” katanya.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Rengat, Krismes Panggabean, dalam paparannya menjelaskan manfaat dari program BPU (Bukan Penerima Upah), seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja mandiri.
“Cukup dengan iuran terjangkau mulai dari belasan ribu rupiah per bulan, pekerja mandiri sudah terlindungi dari risiko kecelakaan kerja dan risiko kematian. Ini adalah bentuk investasi sosial yang sangat penting bagi kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Rengat, Muhammad Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini menjadi bagian penting dari upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas perlindungan jaminan sosial hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
“Kami terus berkomitmen memperluas cakupan kepesertaan, tidak hanya bagi pekerja formal, tetapi juga bagi pekerja mandiri, pelaku UMKM, hingga calon tenaga kerja muda. Dengan memahami manfaatnya sejak dini, kami berharap mereka akan lebih sadar untuk melindungi diri dan keluarganya,” ujar Kurniawan.
“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan setiap pekerja agar dapat bekerja dengan tenang dan produktif,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Rengat berharap semakin banyak masyarakat, khususnya kalangan muda dan pekerja informal, yang memahami pentingnya menjadi peserta aktif dan tertib membayar iuran demi memperoleh perlindungan maksimal dari risiko sosial ekonomi.(*)

