PLTMG 15 MW di Batang Gansal Dioperasikan, Sejumlah Daerah di Inhu dan Inhil Menjadi Surplus Daya

Ilustrasi (int)
INHU - Kabar gembira bagi warga Kecamatan Seberida, Kecamatan Batang Cenaku, Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hingga daerah Selensen Kabupaten Inhil. Pasalnya, akhir bulan ini, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) di Desa Seberida Kecamatan Batang Gansal mulai dioperasikan.
 
Bahkan ketika dioperasikannya PLTMG dengan daya mencapai 15 MW tersebut, sejumlah wilayah tersebut sudah surplus daya listrik. “Daerah Kecamatan Seberida dan sekitarnya masih tergolong rawan daya. Namun dengan dioperasikannya PLTMG 15 MW maka daerah itu surplus daya listrik,” ujar Asisten Manajer Perencanaan PT PLN Area Rengat Afrizal Armen, Rabu (6/9).
 
Menurutnya, pembangunan PLTMG 15 MW di Desa Seberida sebagai salah satu langkah untuk memenuhi keperluan daya listrik di wilayah Kabupaten Inhu teruma di bagian selatan. Bahkan, pengoperasian PLTMG tersebut juga dapat berdampak terhadap sejumlah wilayah di Kabupaten Inhil.
 
Saat ini sambungnya, tinggal menyiapkan beberapa hal dan waktu yang tepat untuk pelaksanaan peresmian pengoperasian PLTMG tersebut. “Saat ini sudah tidak ada kendala, setelah beberapa kali dilakukan uji coba,” ungkapnya.
 
Dalam pada itu, paling lambat awal 2018 ini wilayah Kabupaten Inhu dan sekitarnya juga akan mengalami surplus daya listrik. Karena gardu induk untuk transmisi jaringan interkoneksi juga sudah akan di operasikan.
 
Pembangunan gardu induk yang berada di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat, sudah dinyatakan selesai. Hanya saja, saat ini masih berlangsung pemasangan jaringan kabel di beberapa titik di Kecamatan Kelayang dan Kecamatan Peranap.
 
Setidaknya dalam tahun ini, pembangunan hingga pengoperasiannya sudah dapat tuntas. “Diperkirakan pembangunannya sudah berjalan sekitar 95 persen dan sesuai target, pada 2018 mendatang sudah dioperasikan,” sebutnya.
 
Ketika gardu induk sudah dapat menyambungkan daya secara interkoneksi, tidak ada lagi kekurangan daya. Bahkan, tidak ada lagi dilakukan pemadaman bergilir seperti sebelumnya. “Kalau gangguan alam, seperti tiang ditimpa pohon tetap saja terjadi pemadaman,” terangnya.(rpc)


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar