Menjunjung Tinggi Adat dan Persatuan, Langkah PJ Kades Pulau Sengkilo Majukan Kampung

Menjunjung Tinggi Adat dan Persatuan,  Langkah PJ Kades Pulau Sengkilo Majukan Kampung

INHU - Pulau Sengkilo merupakan salah satu desa melayu yang kental dengan adat istiadat. Disetiap momen kegiatan, masyarakatnya masih menggunakan tradisi atau adat istiadat yang berlaku di desa tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan kegiatan pernikahan, berzanji, bermufakat mengambil keputusan dan bahkan tradisi turun temurun seperti turun mandi anak bayi yang baru lahir pun sampai sekarang masih kental di desa Pulau Sengkilo.

PJ Kepala Desa (Kades) Pulau Sengkilo, Satria Warman  SPd membenarkan adanya desa Pulau Sengkilo yang masih menjaga tradisi dari nenek moyang secara turun temurun.

“Seperti yang saya sampaikan, desa Pulau Sengkilo ini sangat kental akan adat istiadat. Banyak momen  yang terkadang memang harus dilaksanakan secara adat, terutama di momen pernikahan. Saking sakranya, jika ada aturan atau pedoman yang di langgar maka tetua adat akan memberikan sanksi kepada si pelanggar dan sanksi paling berat bisa saja di usir dari desa,” papar Satria saat melakukan wawancara dengan wartawan JMSI, Rabu (20/11/2024).

Disampaikan oleh Satria,Tradisi Desa Pulau Sengkilo sebenarnya hampir sama dengan desa tetangganya seperti Desa Kota Medan, Sungai Golang dan lainnya, tetapi untuk penerapannya lebih kental di Desa Pulau Sengkilo.

Dijelaskannya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk kecintaan masyarakatnya terhadap kampung halamannya sehingga sangat menjaga apa yang sudah menjadi tradisi atau kebiasaan di desa tersebut.

Kental Adat, Dekat Agama  

Desa Pulau Sengkilo memiliki 3 Masjid serta 7 mushola yang menunjang pusat ibadah masyarakatnya yang menganut agama 

Islam 100 persen. Masjid dan Mushola semuanya tersebar di sepanjang desa Pulau Sengkilo, dari dusun 1 hingga ke dusun 6.

Selain pemerataan tempat ibadah, sekolah-sekolah keagamaan juga banyak di desa Pulau Sengkilo. Seperti MDTA sampai Madrasah Aliyah ada di desa tersebut. Anak-anak masyarakatnya banyak yang bersekolah di pondok-pondok pesantren yang tersebar di provinsi Riau maupun provinsi lainnya. Hal ini menunjukan tingginya tingkat kepekaan masyarakatnya terhadap bidang keagamaan.

Setiap mendekati waktu maghrib, setiap masjid, surau ataupun rumahan selalu didatangi oleh anak-anak untuk belajar mengaji dengan guru ngaji yang berdekatan dengan domisilinya. Hal seperti it uterus berulang dari generasi ke generasi berikutnya.

“Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah. Itulah yang selalu dipegang masyarakat desa Pulau Sengkilo,” jelas Satria.

Ketahanan Pangan laju, Sengkilo Maju

Desa Pulau Sengkilo yang memiliki  2.457 jiwa penduduk memiliki penghasilan pokok atau utamanya dari hasil pertanian . Hampir 60 persen dari masyarakatnya bergantung hidup dengan bertani, seperti menanam sayuran, buah-buahan dan lainnya. Hal ini sebanding dengan geografisnya yang berada di tepi sungai Indragiri sebelah timur dan berbatasan dengan rawa sebelah barat, sehingga tanah di desa tersebut sangat bagus dibidang pertanian.

Tetapi posisi tersebut juga menjadi rawan jika curah hujan di daerah hulu tinggi, maka desa Pulau Sengkilo akan terdampak banjir. Sehingga hal inilah yang terkadang menghambat sektor pertanian atau ketahanan pangan masyarakat terganggu.

Tetapi saat ini, pemerintah desa Pulau Sengkilo sudah mulai membangun kanal-kanal untuk proses perairan yang lancar sehingga ketika curah hujan tinggi tidak langsung sampai kerumah masyarakat melainkan mengisi kanal-kanal yang sudah dibangun.

Disampaikan oleh PJ Kades, potensi desa Pulau Sengkilo ini sangat besar kedepannya jika terkelola dengan baik. Dari setiap segi desa tersebut memiliki potensi yang bagus.

“Desa ini punya potensi besar kedepannya untuk menjadi desa yang maju. Setiap sektor desa ini mempunyai potensi, sektor pertanian, perikanan dengan sungai dan rawanya, bahkan potensi wisata bisa ada jika akses jalan dan pengelolaan danau alami yang sekarang masih terbengkalai itu dibuka,” jelas Satria saat bercerita potensi desa.

Selain potensi yang disebutkan, desa tersebut juga memiliki banyak prestasi di berbagai bidang olahraga. Seperti sepakbola, Sepak Takraw, Badminton, Bola Volly bahkan pacu jalur, tinggal desa memfasilitasi potensi-potensi yang ada.

“Desa hanya memfasilitasi dan membantu kembangkan. Apapun bidangnya, selagi untuk kemajuan bersama desa terbuka untuk itu. Kalau bersama-sama baru bisa kita majukan,” ucap Satria saat mengakhiri sesi wawancaranya. **Adv/JMSI

#Inhu

Index

Berita Lainnya

Index