Bung Ando Bantah Alber Yang Masuk Perkebunan Warga Sekip Hilir Didalanginya

Bung Ando Bantah Alber Yang Masuk Perkebunan Warga Sekip Hilir Didalanginya
Supri Handayani atau Bung Ando, Tokoh Masyarakat Sekip Hilir

INHU - Supri Handayani atau yang kerap dikenal dengan sebutan Bung Ando bantah alat berat (alber) yang masuk ke perkebunan warga sekip hilir pada Senin, (14/20/2024) yang lalu di dalangi oleh dirinya.

Hal ini disampaikannya kepada wartawan pada Kamis pagi (17/10/2024) di Rengat. Klarifikasi dari Bung Ando tersebut membantah tuduhan yang sebelumnya sudah dinaikan di beberapa media.

"Saya tidak tahu-menahu soal alat berat yang masuk ataupun bekerja. Saat keributan berlangsung saya tidak berada di lokasi karena ada kegiatan lainnya. Sudah saya tanya ke masyarakat yang ada saat di lapangan, mereka mengatakan tidak ada membawa nama saya terkait alat berat tersebut," ucap Bung Ando kepada wartawan.

Disampaikan oleh Bung Ando, Masyarakat Sekip Hilir khususnya hari ini tidak ada gejolak dan merasa baik-baik saja. Bahkan masyarakat Sekip Hilir siap menerima jika ada investor masuk. 

"Hari ini saya selaku masyarakat Sekip Hilir menyatakan bahwa kami baik-baik saja, kami tidak menolak bapak angkat (red,investor). Kami menerima saja siapapun yang masuk, yang penting masyarakat Sekip Hilir mendapatkan kebunnya. Baik itu nanti secara plasma ataupun perjanjian lainnya," jelas Bung Ando selaku Tokoh Masyarakat Sekip Hilir.

Ditambahkan olehnya, masyarakat yang mengusir alber tersebut bukan masyarakat Sekip Hilir dan ditambah lagi setelah dilakukan cek lapangan lahan yang ditanam tersebut bukan milik warga Sekip Hilir.

"Perlu saya sampaikan, masyarakat yang mengusir tersebut bukan orang Sekip Hilir. Syamsir alias Ucil yang frontal mengusir tersebut warga Sungai Raya, Bambang Wahyono warga Sekip Hulu. Saya sudah liat videonya yang dikirimkan melalui wa pribadi saya, mayoritas yang melakukan pengusiran tersebut bukan warga Sekip Hilir. Dan setelah kami cek lapangan, ternyata lahan yang sudah ditanami tersebut mayoritas bukan punya masyarakat Sekip Hilir," tegasnya.

Bung Ando menduga dan merasa khawatir  kejadian tersebut ada kepentingan pihak-pihak tertentu untuk membuat Inhu tidak kondusif, apalagi menuju momen pilkada serentak. Diharapkanya masyarakat Sekip Hilir tidak terpancing dengan provokasi dan tetap sesuai target awal masyarakat untuk memiliki kebun.

Bung Ando sangat menyayangkan berita yang sudah beredar tidak dikonfirmasi terlebih dahulu kepadanya. Banyaknya informasi simpang siur yang mengakibatkan keributan di tengah masyarakat. Hal ini ditakutkannya karena banyak kepentingan oknum-oknum diluar tempatan yang masuk saat ini.

"Banyak sekali informasi yang salah di sampaikan di dalam berita tersebut, saya sangat menyayangkan hal itu. Padahal saya termasuk orang yang mudah untuk berkomunikasi. Seperti demo beberapa hari yang lalu, hanya 1-2 orang saja warga Sekip Hilir yang terlibat. Dan perlu saya sampaikan juga, tidak ada warga Sekip Hilir yang di panggil pihak Polda. Hanya saya dan Lurah Sekip Hilir saja yang di panggil untuk dimintai keterangan oleh pihak Polda," ucap Bung Ando panjang lebar menjelaskan.

Diakhir penjelasan disampaikannya, permasalahan tapal batas yang terjadi itu dikarenakan tiga desa yang berbatasan belum menemui kata sepakat, bukan dari pemerintah kabupaten yang belum membantu menyelesaikan. **

#Inhu

Index

Berita Lainnya

Index