Masyarakat Rupat Utara Kecewa Pembangunan Rumah Sakit Madya Rupat Menggunakan Pasir Pantai

Masyarakat Rupat Utara Kecewa Pembangunan Rumah Sakit Madya Rupat Menggunakan Pasir Pantai
Masyarakat Rupat Utara Kecewa Pembangunan Rumah Sakit Madya Rupat Menggunakan Pasir Pantai.

BENGKALIS - Pemerintah kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Bupati Ibu Kasmarni S,Sos MMP telah pun berusaha beejuang keras melengkapi fasilitas umum di Pulau Rupat.Perjuangan keras beliau dalam memperjuangkan pembangunan di pulau Rupat.Dari keberhasilan perjuangan tersebut bersama team membuahkan hasil yang tak tanggung tanggung,diantaranya penyiapan jalan poros lintas Rupat,dan pembangunan rumah sakit madya di desa Tanjung Punak. 

Rumah sakit Madya yang di bangun diatas lahan sekira 4 hektar tersebut  dengan jumlah anggaran yang cukup fantastis yakni,Rp 43,207,672,700,00.Dengan sumber dana APBD Kabupaten Bengkalis,Dengan konsultan perencana CV,Bina Karya Andalan. Konsultan pelaksana ,Solusi utama Consultan,Kontraktor pelaksana PT,Paramitha Multi Prakarsa,dan Satriyamas Karyatama KSO. Yang sedang dalam pekerjaan tahap awal. 

Walaupun pembangunan baru saja di mulai tapi rasa bangga dan senangnya masyarakat Rupat akan hal pembangunan ini sungguh luar biasa.Yang pastinya Rumah sakit Madya ini pastinya di lengkapi dengan segala penunjang sebagai tempat parasarana berobat yang amat di tunggu tunggu.Tapi dengan banyaknya kontraktor nakal yang menyalahi aturan bestek pembangunan juga tidak luput dari pantauan pihak masyarakat.Warga dari desa tersebut mengadu kepada pihak media tentang pemakain material yang tentunya amat merugikan bangunan tersebut. Adapun pemakain material tersebut adalah pasir pantai yang sengaja di beli oleh pemborong kepada salah satu pengusaha lokal.Tentu saja amat merugikan karena masyarakat Rupat cukup tau dengan mutu pasir pantai tersebut. 

Menyikapi laporan tersebut pihak media yang tergabung di Forum Wartawan Rupat langsung turun lapangan.Dan benar saja ditemukan timbunan pasir tersebut yang baru saja dia antar dengan mengunakan mobil di  dalam lokasi pekerjaan.Pihak media memcoba berkonfirmasi dengan pihak pekerja dan benar saja pasir tersebut adalah pasir pantai desa Teluk Rhu.Ini juga bisa di buktikan dengan sampah sesai laut yang masih bercampur dengan pasir tersebut.Dan menurut pekerja lagi  material tersebut udah sering mereka gunakan. 

Pihak media juga berkonfirmasi dengan pihak mandor jawabnya mereka hanya pekerja dan urusan material itu bukan mereka.Dan kalau pemakaian pasir laut tersebut itu di beli oleh kontraktor pada salah satu pengusaha di sini.Ketika ditanya dampak terhadap bangunan perihal penggunaan pasir tersebut beliau memilih bungkam. 

Dewan pembina Forwa Sunardi berkomentar bahwa minimnya pengawasan dari pihak Konsultan  yang hanya terima laporan saja membuat para pemborong ambil ringkas  dalam hal pelaksanaan tersebut.Kalau ini tidak di hentikan akibatnya fatal pada kondisi bangunan tersebut karena tingginya zat garam pada material ini.pungkasnya...
 

#Bengkalis

Index

Berita Lainnya

Index