INHU - Setelah meminta Menager dan Humas PT. Arvena Sepakat (AS) hengkang dari pekerjaan, kini masyarakat desa Aur Cina mematoki dan melakukan pengecatan kebun kelapa sawit di area sengketa.
Persengketaan yang dimaksud adalah anggapan masyarakat bahwa kebun tersebut berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) PT. AS dan merupakan tanah wilayah adat desa Aur Cina kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Sedangkan lahan tersebut sudah di tanami kelapa sawit. Diduga tanaman itu dilakukan oleh PT.AS. Selain dari itu, menurut beberapa pihak juga mengatakan lahan tersebut adalah HGU PT.AS. Bahkan Camat Batang Cenaku Triyatno S.ST belum lama ini menrrangkan jika terkait kegiatan perkebunan PT. AS sudah dinyatakan layak beroprasional sesuai syarat dan ketentuan dari dinas perkebunan.
Kembali pada kegiatan pematokan dan pengecatan kebun, dikatakan oleh masyarakat bahwa lahan tersebut milik masuarakat desa Aur Cina. Bahkan permohonan berulang kali dilakukan kepada pemerintah agar bisa menentukan titik koordinat dan batas batas area HGU PT.AS " Namun hingga hari ini permohonan kami belum dikabulkan" kata salah seorang tokoh adat desa Aur Cina, Hanidi, Senin (11/7/2022) sekira pukul 12.00 WIB.
Hanidi mengaku hanya mewakili aspirasi warga desa atas gugatan lahan bersengketa itu. Hanidi juga membenarkan atas kejadian pematokan dan pengecatan batang batang kelapa sawit yang dianggap warga sebagai titik batas antara HGU PT. AS dengan wilayah desanya itu.
" kami mematok dan memberi tanda karena area itu diluar HGU perusahaan dan kami berharap pemerintah merespon permintaan kami yakni menyerahkaan kembali tanah itu kepada masyarakat desa Aur Cina " ujar Hanidi.
Ungkapan Hanidi juga dibumbui oleh salah seorang warga, Muliadi (50) mengatakan tak hanya mematok lahan. Namun jika permintaan masyarakat tak diindahkan pemerintah maka warga akan nekat menduduki lahan dan melakukan demonstrasi.
" tak itu saja jika permintaan kami tak di indahkan maka kami akan bergerak menduduki area dan melakukan demo besar besaran " tegas Muli kepada awak media ini.
Muliadi juga mengungkapkan harapan penting pada pemerintah dalam tamda kutip pimpinan daerah Inhu. Muliadi meminta agar pemerintah mau mengurus rakyat tanpa tebang pilih "Jangan sia siakan rakyat miskin yang tak punya uang, atau hanya memprioritaskan urusan urusan kaum elite tok " pungkas Muli. (by)
- Viral
- Inhu
Beberapa Masyarakat desa Aur Cina saat bergerak mematoki laha kebun bermasalah di area sengketa
#Viral
IndexPilihan Redaksi
IndexCatat Sejarah di Jambi, Enam Guru PPPK Resmi Dilantik Menjadi Kepala Sekolah
Dana Desa 2026 Difokuskan untuk BLT, Ketahanan Desa, hingga Koperasi Merah Putih
Sepanjang 2025, BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia
Api Berhasil Dipadamkan, TGI Utamakan Keamanan Masyarakat dan Pemulihan Operasional
Selasa Pagi, PLTA Koto Panjang Buka Dua Pintu Spillway Pukul 10.00 WIB
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Viral
Andrigo Masuk 21 Penerima 100 CTFP Indonesia Award 2025, Konsisten Angkat Musik Melayu untuk Aksi Kemanusiaan Global
Senin, 22 Desember 2025 - 09:48:13 Wib Viral
Sumur Bor Warga Desa Danau Tiga Bawa Berkah, Air Mengalir Deras Tanpa Bantuan Mesin
Rabu, 19 November 2025 - 12:54:22 Wib Viral
Jenazah Tanpa Identitas di Perairan Kuala Selat Teridentifikasi sebagai Bahtiar bin Darkasi
Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:57:47 Wib Viral
Sudah 23 Hari Ali Azhar Menghilang, Sang Ibu Hanya Ingin Anak Pulang
Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:51:17 Wib Viral

