PEKANBARU - Memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 yang telah menunjukkan tren menurun, maka Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memandang perlu menyesuaikan mekanisme terhadap layanan kunjungan secara tatap muka dan kegiatan pembinaan yang melibatkan pihak luar di Lapas/Rutan/LPKA sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan “Pemasyarakatan Maju”.
Menanggapi perintah tersebut, seluruh lapas dan rutan di Riau diminta segera mempersiapkan layanan kunjungan WBP, yang diselenggarakan dalam rangka pemenuhan hak-hak Narapidana/Tahanan/Anak Binaan agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat.
“Dalam minggu ini layanan kunjungan secara tatap muka bagi warga binaan di Riau akan segera dibuka kembali. Kami akan mulai mempersiapkan dan melakukan simulasi agar nanti tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan serta layanan dapat berjalan aman, lancar dan tertib,” terang Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Riau, Mulyadi, (3/7).
Mulyadi menyebutkan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengunjung dan warga binaan. Pertama, pengunjung merupakan keluarga inti dari WBP, yaitu Ayah/Ibu/Anak/Istri/Suami/Kakek/Nenek dan dibuktikan dengan membawa kartu keluarga (KK) dan KTP asli. Kemudian Penasihat/kuasa hukum yang dibuktikan dengan surat kuasa, Perwakilan kedutaan besar/konsuler untuk WBP berwarganegaraan asing.
Kedua, setiap WBP hanya mendapatkan kesempatan menerima kunjungan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) minggu pada jam kerja. Ketiga, pengunjung telah menerima vaksin ketiga yang dibuktikan dengan aplikasi Peduli Lindungi atau sertifikat vaksin. Lalu, syarat keempat adalah bagi pengunjung yang belum menerima vaksin secara lengkap, wajib menunjukkan rapid/swab antigen dengan hasil negatif atau surat keterangan tidak dapat menerima vaksin karena alasan kesehatan dari dokter instansi pemerintah. Terakhir, syarat kelima disebutkan bagi WBP yang belum vaksin, kunjungan dapat dilaksanakan secara virtual.
Guna menghindari penumpukan pada hari tertentu, Kepala Divisi Pemasyarakatan berharap para Kepala Lapas/Rutan/LPKA dapat membuat jadwal kunjungan WBP secara bergiliran. Selain itu, juga harus tetap menyelengggarakan layanan kunjungan secara virtual guna mengakomodir WBP yang belum atau tidak memenuhi syarat mendapatkan kesempatan layanan kunjungan secara tatap muka.
“Saya berharap pengunjung dan WBP mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Jangan coba pengaruhi petugas kami untuk mendapatkan layanan khusus. Untuk penyelenggaraan layanan kunjungan secara tatap muka, agar memperhatikan kepentingan keamanan dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jangan ada yang bersikap diskriminatif atau bersikap tidak adil bagi pengguna layanan,” pesan Mulyadi.
Warga binaan pun menyambut gembira dengan dibukanya kembali layanan kunjungan tatap muka ini. HS (36) salah satu WBP kasus narkoba di Rutan Kelas IIB Rutan Siak Sri Indrapura ini contohnya. Setelah sosialisasi yang dilakukan Rutan Siak, dia pun langsung menyampaikan informasi ini kepada keluarganya untuk melengkapi persyaratan.
“Sudah 2 tahun lebih saya tidak bertemu langsung anak istri. Terakhir, anak saya paling kecil berumur 2 tahun, ntah sudah sebesar apa dia sekarang. Saya senang sekali akan bisa berjumpa keluarga, saya sudah divaksin booster, begitupun istri saya. Terima kasih bapak/ibu Kemenkumham,” ucapnya terharu.
- Regional
- Pekanbaru
Lapas dan Rutan di Riau Akan Buka Kembali Layanan Tatap Muka WBP, Ini Syaratnya
Redaksi
Minggu, 03 Juli 2022 - 15:25:00 WIB
Penjelasan terkait layanan tatap muka WBP.
#Pekanbaru
IndexPilihan Redaksi
IndexCatat Sejarah di Jambi, Enam Guru PPPK Resmi Dilantik Menjadi Kepala Sekolah
Dana Desa 2026 Difokuskan untuk BLT, Ketahanan Desa, hingga Koperasi Merah Putih
Sepanjang 2025, BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia
Api Berhasil Dipadamkan, TGI Utamakan Keamanan Masyarakat dan Pemulihan Operasional
Selasa Pagi, PLTA Koto Panjang Buka Dua Pintu Spillway Pukul 10.00 WIB
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Regional
Jaga Mutu Layanan di Seluruh Wilayah, PT Patra Drilling Contractor Sertifikasi Koki dan Baker
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09:07 Wib Regional
Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai Tolak Dugaan Adu Domba oleh PT Agrinas
Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:11:40 Wib Regional
Program Makan Bergizi Gratis di Duri Disorot, Warga Temukan Makanan Tak Layak
Jumat, 30 Januari 2026 - 23:04:58 Wib Regional
Komitmen Keselamatan Tanpa Kompromi, PDC Gelar Training One SIKA untuk Frontliner
Jumat, 30 Januari 2026 - 16:30:58 Wib Regional

