Hari Guru Nasional, Dewan Pendidikan Inhu Sukses Gelar Lomba Puisi Berbahasa Inggris 

Lomba puisi berbahasa inggris para guru di INHU.

INHU - Guru juga manusia, mereka bisa merasakan yang sama dengan manusia lainnya. Melalui puisi, guru-guru Bahasa Inggris di Inhu mengekspresikan perasaan mereka lewat narasi berbahasa Inggris. 

Guru-guru Bahasa Inggris itu datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memenuhi ruangan Ki Hajar Dewantara, kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Inhu pada Rabu (24/11/2021) pagi. Mereka siap menunjukan bakat dan kemampuan mereka dalam berpuisi Berbahasa Inggris dengan thema "Guruku untuk Anaku". Lomba yang digelar oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu itu merupakan event untuk memeriahkan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November 2021.

Guru-guru yang berjumlah 15 orang itu tampak sangat antusias untuk mengikuti lomba. Bahkan sejumlah guru dari Kecamatan Batang Gansal dan Kecamatan Batang Cenaku sengaja berangkat dari rumah pukul 06.30 WIB. Lokasi tempat tinggal yang jauh dengan tempat lomba membuat mereka harus bangun pagi. Meski begitu, mereka tetap bersemangat. Setibanya di tempat lomba, mereka langsung melakukan registrasi. Sekiranya pukul 09.00 WIB, lomba dimulai dengan ditandai pidato pembukaan dari Wakil Ketua Dewan Pendidikan Inhu, Armin, S.Ag.

Setelah mendapat nomor antrian, para guru satu per satu menyampaikan puisi-puisi Bahasa Inggris yang sudah mereka persiapkan selama dua hari ini. Ya memang, mereka hanya memiliki waktu persiapan selama dua hari. Pasalnya, Dewan Pendidikan Indragiri Hulu (Inhu) mengeluarkan pengumuman lomba pada tanggal Senin (22/11/2021) lalu, tepatnya usai pelantikan Dewan Pendidikan Inhu untuk sisa periode 2019-2024.

Berbagai pesan disampaikan oleh para guru, dengan ekspresi yang penuh semangat kadang sedih. Salah satu yang tak luput dari isi puisi mereka adalah tentang kondisi pendidikan di tengah Pandemi Covid-19. Seperti yang diungkapkan oleh koordinator juri pada lomba tersebut, Roma Doris bahwa para guru itu menggambarkan rasa rindu mereka untuk kembali mengajar secara tatap muka dengan anak-anak. 

"Kerinduan mereka untuk mentransferkan ilmu, kerinduan untuk memberikan pengajaran yang maksimal untuk murid-muridnya," ujar Roma menggambar sekilas salah satu puisi yang dibacakan oleh guru. 

Roma yang merupakan alumni universitas di Jepang itu, tidak sendiri melakukan penilaian. Dua orang di samping Roma ada dua orang dosen sastra, yakni Riri Amanda dan Indri Meidina yang menjadi dewan juri. Secara umum, dewan juri pada lomba tersebut berpendapat bahwa karya puisi yang dibacakan oleh para guru tersebut adalah karya orisinil. 

Sejumlah materi penilaian juri mulai dari ekspresi, narasi isi, intonasi, kostum dan kelancaran dalam Berbahasa Inggris. Setelah melakukan penilaian, dewan juri menetapkan tiga orang pemenang. Juara pertama diraih oleh Dede Helfy Helmy, guru dari Kecamatan Rengat, juara dua Fitriani boru Sitorus dari Kecamatan Pasir Penyu, dan Yuliatin dari Kecamatan Lubuk Batu Jaya. 

Saat pembacaan pemenang lomba, Dede tampak terkejut. Kerja kerasnya untuk berlatih selama dua hari, akhirnya berbuah manis. "Untuk mempersiapkan diri, saya terus-terusan berlatih. Waktu masak saya membaca puisi, waktu membuatkan kopi untuk suami saya juga membaca puisi. Sampai-sampai suara saya serak," kata Dede. 

Dede mengucapkan terimakasih kepada panitia dan Dewan Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu yang telah memberikan ruang kepada guru-guru Bahasa Inggris di Inhu untuk menampilkan kemampuan mereka. Pasalnya selama ini, tidak pernah digelar lomba serupa di Kabupaten Inhu. 

Asni, salah satu guru peserta lomba puisi Bahasa Inggris tersebut mengungkapkan lomba seperti ini baru pertama kali digelar di Inhu. "Kami sangat luar biasa senang dengan adanya lomba ini, selama saya menjadi guru dari tahun 1997 belum ada lomba khusus untuk guru-guru Bahasa Inggris, kalau untuk siswa sudah sering," kata guru yang juga pernah menjadi guru beprestasi itu. 

Menanggapi hal tersebut, Venny Rismawati salah satu penasehat Dewan Pendidikan Kabupaten Inhu yang juga mencetuskan ide lomba puisi Bahasa Inggris tersebut mengungkapkan bahwa lomba tersebut merupakan wujud perhatian Dewan Pendidikan Inhu untuk para guru. 

"Selama ini para guru, mempunyai bakat tapi tidak pernah termunculkan. Guru ini butuh perhatian oleh Dewan Pendidikan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan," kata Venny. 

Venny mengungkapkan ke depannya Dewan Pendidikan Kabupaten Inhu sudah menyusun sejumlah rencana untuk pengembangan potensi para guru. Pihaknya juga berencana mengirimkan para guru tersebut ke lomba tingkat nasional hingga tingkat internasional nantinya. "Insyaallah kita juga akan bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan PGRI selaku tempat berhimpunnya para guru," kata Venny. ***






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar