INHU - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di daerahnya. Sebagai langkah proaktif untuk memperkuat sistem manajemen persampahan domestik sejak dini, Pemkab Inhu melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara, yang merupakan rangkaian roadshow ke beberapa kementerian jilid 2 Pemkab Inhu, Rabu (08/07/2026).

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jakarta tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, AP, M.Si memimpin langsung rombongan dengan didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu, Elpahri Adha, beserta jajaran kepala OPD terkait. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Suku Dinas LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto, M.Si., bersama Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Bio Gas, Dr. Sri Wahyuni, M.P.

Saat ini, Kabupaten Inhu tercatat memproduksi sampah sekitar 18 ton per hari. Meskipun volume tersebut masih relatif terkendali, Pemkab Inhu memilih melakukan tolok ukur (benchmarking) ke wilayah dengan kompleksitas tinggi seperti Jakarta Utara, yang sukses mengelola volume raksasa hingga 1.380 ton sampah per hari (700 ton sampah organik dan 680 ton sampah anorganik), serta berhasil meraih penghargaan sebagai pengelola Bank Sampah Induk Terbaik Nasional tahun 2024.

Dalam paparannya, Kepala Sudin LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menjelaskan bahwa melalui penerapan teknologi dan sistem yang terintegrasi, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan dapat diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Jakarta Utara sendiri mengoperasikan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant untuk mengubah sampah menjadi briket bahan bakar pabrik semen, menyediakan Tong Drop Point untuk pakan ternak, serta mengintegrasikan budidaya Black Soldier Fly (BSF), eco-farming, hingga instalasi biogas. Langkah ini didukung kuat oleh Gerakan Pilah Sampah oleh Ibu-Ibu Dasawisma di hulu.

"Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi, membuka peluang usaha, serta mendukung pelestarian lingkungan," ujar Edy Mulyanto.

Melihat keberhasilan ekosistem tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian, menyampaikan apresiasi tinggi dan menilai inovasi tersebut dapat menjadi referensi sekaligus percontohan bagi Pemkab Inhu dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

"Produksi sampah kita di Inhu saat ini berada di angka 18 ton per hari. Ini adalah momentum emas bagi kita untuk membangun sistem pengelolaan yang benar sebelum volumenya melonjak di masa depan. Kami berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi dalam menyusun kebijakan. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak lagi menjadi persoalan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat," tegas Zulfahmi Adrian.

Senada dengan Sekda, Kepala DLH Kabupaten Inhu, Elpahri Adha, menambahkan bahwa cetak biru (blueprint) dari Jakarta Utara ini akan langsung dianalisis untuk diterapkan di daerah sesuai skala kebutuhan. Konsep pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ternak lewat BSF maupun eco-farming dinilai sangat aplikatif untuk diadopsi di Indragiri Hulu guna memotong jalur sampah agar tidak menumpuk di TPA.

Melalui studi konsep ini, Pemkab Inhu berkomitmen untuk segera merancang pilot project pengelolaan sampah berbasis komunitas dan teknologi tepat guna demi mewujudkan Indragiri Hulu yang bersih, asri, dan mandiri lingkungan. **

Reporter: Redaksi