Guru Bantu Adukan Nasibnya ke Gubernur Riau

PEKANBARU - Silahturrahmi dan Rapat Koordinasi I Perkumpulan guru bantu dimanfaatkan guru bantu Provinsi Riau untuk mengadukan nasibnya kepada Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.
 
Dihadapan Gubernur Riau di Hotel Jambaran Bali Sabtu (11/3/17) Ketua Perkumpulan Guru Bantu Provinsi Riau Mahmuddin mengatakan, sebanyak 2.500 guru bantu yang tersebar di kabupaten/kota di Provinsi Riau hingga saat ini belum menerima gaji. 
 
"Walau sudah tiga bulan kami puasa, namun kami tetap semangat untuk mengajar," kata Mahmuddin. 
 
Selanjutnya Mahmuddin mengeluhkan kecilnya gaji guru bantu, dimana guru bantu Provonsi Riau dibawah Upah Minimum Regional (UMR).
 
Kemudian kata Mahmuddin, yang paling penting bagaimana guru bantu yang sudah bertugas 11 tahun ini bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). 
 
"Harapan kami semoga guru bantu bisa diangkat menjadi ASN, sungguhpun di SK kami dicantumkan bahwa tidak menuntut untuk menjadi pegawai negeri," ujar Mahmuddin.
 
Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan Pemerintah Provinsi Riau memprioritaskan anggaran pendidikan mencapai 29 persen.
 
"Semangat bapak/ibu saya apresiasi walaupun dibawah UMR namun pahala bapak/ibu diatas UMR, dihadapan kita ada pak masnur ketua komisi E, jadi mengenai kenaikan gaji nanti kita bahas lebih lanjut," ujar Gubri.
 
Mengenai gaji guru bantu, Gubri menjelaskan Pemerintah Provinsi Riau sudah mengirim gaji untuk guru bantu kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.
 
"Mungkin karena masalah administrasi di dinas kabupaten/kota, sehingga belum disalurkan kepada bapak/ibu," ujar Gubri.
 
Sedangkan terkait pengangkatan ASN Gubri mengatakan pengangakatan ASN merupakan wewenang pemerintah pusat.
 
Selain Gubri, tampak hadir ketua komisi E DPRD Provinsi Riau Masnur, anggota komisi E DPRD Riaub Markarius dan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau Anasri.
 
 
 
Sumber: riauterkini.com





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar