Pemdes dan Masyarakat Harapkan Adanya SMA di Desa Tanjung Pauh

KUANSING - Masyarakat Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi meminta dan berharap kepada pemerintah Provinsi Riau untuk membangun sarana pendidikan berupa bangunan fisik Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal tersebut diungkapkan Kades Tanjung Pauh, Hajrul Alhajji, S.Sos kepada awak media, kemarin bahwasanya untuk lahan pembangunan sarana pendidikan SMA telah tersedia, bahkan lahan tersebut sudah dihibahkan dari pemerintah desa ke pemerintah daerah pada waktu itu.

"Lahan seluas 2 hektare yang di simpang Koran itu kami hibahkan ke pemerintah daerah, yang pada waktu itu SMA masih dalam naungan kabupaten yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuansing," ujar Kades.

Dikatakan, pembangunan sarana gedung SMA ini sangat penting bagi masyarakat di dua Desa di antaranya masyarakat Desa Tanjung Pauh dan Desa Sungai Paku. Sebab selama ini, anak-anak masyarakat yang menimba ilmu di jenjang tingkat SMA harus ke kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Kampar atau di Desa Koto Baru.

"Anak-anak di dua desa ini harus berangkat sekolah dengan jarak yang cukup jauh, kalau tidak di Kabupaten Kampar, ya ke Desa Koto baru kecamatan Singingi Hilir," pungkasnya.

Selaku pimpinan pemerintah Desa Tanjung Pauh, ia sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk mendengarkan inspirasi dan harapan masyarakat serta secepatnya merealisasikan pembangunan sarana gedung SMA.

"Ini impian saya bersama masyarakat untuk segera dibangun gedung SMA, setidaknya dengan adanya pembangunan ini, anak-anak kami yang mau bersekolah di SMA tidak jauh lagi. Sehingga dengan demikian para orang tua dalam menyekolahkan anaknya tidak banyak mengeluarkan biaya minyak kendaraaan ataupun yang lainnya," harapnya.

Salah satu masyarakat yang ditemui oleh awak media, Sasa, ibu paruh baya ini sangat berharap dengan adanya pembangunan sarana gedung SMA di Desa Tanjung Pauh.

"Saya pribadi sangat berharap kalau ada SMA di sini, sebab selama ini anak-anak kami harus keluar desa dengan jarak tempuh yang cukup jauh dalam mengemban ilmu pendidikan tingkat SMA," terangnya.

Hal senada juga dikatakan ibu rumah tangga, Wati (38) mengatakan sangat setuju kalau ada pembangunan gedung SMA ini.

"Pembangunan gedung SMA di Desa Tanjung Pauh menjadi impian sejak lama, namun sampai sekarang impian saya belum terwujud. Mudah-mudahan saja pemerintah mendengar permintaan masyarakatnya ini," pintanya.






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar