Catat, Ini 4 Risiko Memegang Dogecoin Dibanding Bitcoin

RiauKarya.com - Ada sejumlah risiko terkait membeli dan menahan Dogecoin dibanding memegang aset kripto lain seperti Bitcoin, terlepas dari popularitasnya, harga yang melonjak, juga dukungan selebriti.

Melansir CoinDesk, berikut risiko memegang Dogecoin: 

Pasokan tidak terbatas

Tidak seperti Bitcoin dan banyak aset kripto lainnya, Dogecoin tidak memiliki pasokan tetap. 

Artinya, harga tidak didukung oleh kelangkaan dan bergantung pada pembeli yang terus-menerus membeli dogecoin baru yang masuk peredaran untuk mempertahankan nilainya.

Tingkat penerbitan tinggi

Dogecoin memiliki hadiah blok tetap di mana penambang yang sukses menerima 10.000 dogecoin setiap menit. Sementara Bitcoin, penambang mendapat 6,25 bitcoin setiap 10 menit. 

Pada akhirnya itu berarti, lebih banyak Dogecoin memasuki sirkulasi dalam dua hari (28 juta) ketimbang total pasokan Bitcoin (ditetapkan menjadi 21 juta sekitar tahun 2140).

Pengembangan teknologi yang jarang

Pengembangan teknologi Dogecoin dikelola oleh tim pengembang sukarela, yang hingga saat ini mengirimkan pembaruan dan rilis kode yang relatif sedikit. 

Sebelum Dogecoin Core 1.14.3 meluncur pada Februari 2021, pembaruan terakhir rilis pada November 2019.

Kepemilikan terkonsentrasi

Menurut data IntoTheBlock, ada sembilan dompet yang secara kolektif memiliki lebih dari 40% dari semua Dogecoin, dengan satu dompet memegang 28%. 

Ini berarti, setiap saat salah satu investor paus tersebut bisa menguangkan dan mengirim harga Dogecoin anjlok, atau sebagai alternatif dapat menggunakan posisi besar mereka untuk memanipulasi pasar. 

Sebaliknya, hanya ada satu dompet Bitcoin aktif yang menampung lebih dari 1% dari seluruh pasokan.

Tapi, terlepas dari kekurangan tersebut dan fakta bahwa Dogecoin pada intinya adalah aset kripto lelucon, DOGE terus melampaui hampir semua aset digital lainnya di pasar juga menarik perhatian dunia.






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar