Solidaritas IPK Inhu

Luar Biasa, IPK Inhu Berhasil Membujuk Pulang 2 Pelarian Asal Sibolga

Nampak dari kanan ketua PAC-IPK Batang Cenaku , Budiyono foto bersama family PS saat hendak melepas keberangkatan kedua pelarian asal Sibolga (tengah)

INHU - Dua oknum pelarian asal Sibolga - Sumatra Utara (Sumut) berhasil dibujuk pulang oleh beberapa anggota Ikatan Pemuda Karya (IPK) kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Peristiwa itu terjadi Sabtu (9/5/2021) malam sekira pukul 23.00 WIB di Tikungan Patah desa Anak Talang kecamatan Batang Cenaku.

Dua oknum pelarian itu satu diantaranya adalah seorang perjaka bermarga MN (29) dan satu wanita bermarga Boru Sh (38). Sh diketahui adalah seorang istri sekaligus ibu dari satu orang anak.

Menurut penuturan adik ipar Sh yakni PS dalam pencarian bersama para anggota IPK saat dikonfirmasi Riaukarya.com menuturkan kronologis larinya kedua oknum yang dimaksud.

"MN adalah seorang perjaka muda yang diduga kuat membawa lari kakak saya Sh dari kampung, mereka diindikasi bersembunyi di wilayah kecamatan Batang Cenaku," kata PS menjelaskan.

PS menuturkan jika kedua pelarian itu pergi tanpa pamit dengan keluarga, sedangkan Sh memiliki suami juga satu orang anak di kampung. Mengetahui kejadian itu, keluarga Sr pun bingung dan langsung mengerahkan anggota keluarga meluncur menuju kabupaten Inhu - Riau.

Kebingungan mengetahui Inhu merupakan daerah yang masih memiliki pelosok wilayah yang sulit dijangkau, akhirnya PS meminta bantuan Ketua IPK Dalu Dalu - Sibolga - Sumut yang bernama Situmorang.

Setelah itu, PS bersama segenap anggota keluargapun dianjurkan untuk menjumpai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPK Inhu, Hendrik Marbun.

"Saya disuruh meminta tolong pada ketua DPD-IPK Inhu hingga saya diantar sampai ke Kecamatan Batang Cenaku," kata PS.

Mengingat wilayah Kecamatan Batang Cenaku merupakan wilayah Pimpinan Anak Cabang (PAC) maka ketua DPD - IPK Inhu pun meminta PS menjumpai ketua PAC-IPK kecamatan Batang Cenaku, Budiyono.

"Setelah itu oleh ketua Marbun, kami diantarkan pada ketua PAC Batang Cenaku. Kata ketua DPD itu ia telah memerintahkan ketua PAC hingga Pak Budi telah siap siaga menanti untuk membantu kami untuk menemukan keduanya yang diindikasi ada disini," kata PS saat ngopi di kedai Simpang Tiga Kilan.

Sejurus kemudian Ketua PAC-IPK Batang Cenaku, Budiyono bersama beberapa orang anggota bergerak menelusuri wilayah Batang Cenaku. Ternyata dalam penelusuran itu tak semudah membalikan telapak tangan. Terbukti, pencarian dilakukan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 9 malam gambaran keberadaan kedua pelarian asal Sibolga itu belum jelas.

Sekira pukul 10 malam, team pencari tersebut terdampar diperbatasan antara desa Talang Bersemi dengan perkebunan kelapa Sawit area PT. Mega Nusa Inti Sawit (MNIS) devisi Indra lestari, tepatnya di pos penjagaan Satpam (Betumbuk)

Saat rombongan pencari hampir putus asa maka terlintaslah dibenak para insan IPK itu untuk mencari warga sekitar yang mempunyai marga sama dengan pelaku pelarian MN. Namun ditempat itu hanya ada nama bermarga PR.

Kendati tidak menceritakan keberadaan kedua pelarian, namun juga PR bercerita jika di wilayah desa Anak Talang, tepatnya di pemukiman warga Tikungan Patah ada seorang warga bermarga MN.

"Ya siapa tahu mereka sembunyi disana, sebab pelarian pria itu punya marga sama, tentulah antara mereka adalah saudara," ungkap PR memberi gambaran.

Sesaat kemudian, rombongan pencari yang terdiri dari para insan IPK dan family PS meluncur ke arah wilayah yang dimaksud oleh PR. Terlihat wajah ketua PAC- IPK Batang Cenaku, Budiyono yang didampingi Penasehat Rambe nampak kelelahan hebat.

Namun usaha tak membohongi hasil. Di Tikungan Patah desa Anak Talang, tepat di sebuah rumah yang memiliki kedai nampak sosok wanita muda tengah meladeni kopi pada beberapa warga.

"Ini perempuan mirip benar dengan wajah wanita yang ada dalam foto kita," bisik ketua PAC-IPK Batang Cenaku, Budiyono kepada penasehatnya Rambe.

Sebelum masuk TKP, pencarian kedua pelarian itu sudah terseting cantik, yakni dengan mengerahkan bantuan warga yang datang dari Persatuan Batak Bersaudara (PBB) juga aparat lingkungan setempat. Rombongan tersebut berada sekira setengah jam di belakang dari jarak rombongan IPK dan Family PS.

Setelah meneguk kopi hangat tepatnya setengah jam kemudian, PBB dan aparat lingkungan setempat pun berdatangan ke TKP yakin di rumah MN family. Melihat halaman penuh dengan orang, pemilik rumah yang juga MN itu pun bertanya. Maka dijelaskanlah maksud dan tujuan rombongan.

"Mohon beribu maaf ito, kami ingin mediasi masalah ini, disini kami memang tidak menyertakan aparat kepolisian karena pihak keluarga meminta kami untuk bisa berdamai hingga kedua tamu ito itu sadar mau pulang malam ini juga ke kampung halamannya," jelas Ketua PAC-IPK Batang Cenaku, Budiyono sembari menyusun sembah di dadanya.

Rombongan yang saat itu sudah duduk melingkar di balai rumah pun membahas permasalahan. Dibantu oleh Kadus setempat pembahasan pun selesai dengan keputusan agar kedua pelarian itu sudi untuk pulang ke kampung halaman malam itu juga. Namun ternyata ada ketakutan di wajah kedua pelarian tersebut, terutama pada si perempuannya. Bahkan wanita muda itu sempat menangis tersedu-sedu dan alot untuk diajak pulang.

Melihat gelagat itu segera ketua PAC-IPK Batang Cenaku, Budiyono angkat bicara dengan nada menghibur si perempuan. Menurut Budi, ia melihat gelagat ketakutan pada keduanya. Hal yang disangksikan adalah bagaimana jika para penjemput itu emosi di jalan hingga hal-hal kekerasan nanti terjadi pada keduanya.

Dalam penyampaiannya Budi menawarkan nomor Handphone miliknya untuk segera disimpan oleh kedua pelarian itu. Kata Budi, jika para penjemput itu bertindak diluar dugaan nanti diperjalanan maka nomor HP nya bisa jadi senjata untuk bisa melaporkan kepadanya.

"Disini kami iklas membantu Family PS dengan sepenuh hati atas nama tugas dari Ketua IPK masing masing. Jika terjadi pelanggaran para penjemput, kalian bisa langsung kabari kami. Jika itu terjadi , artinya mereka para penjemput tidak menghargai IPK baik di Inhu ataupun di Dalu Dalu Sibolga, maka lihat saja apa yang akan kami lakukan nanti. Hingga demikian kami minta pada family PS untuk menahan amarah pada kalian," tegas Budi hingga kedua pelarian itu cepat cepat menyipan nomor HP milik ketua PAC - IPK Batang Cenaku itu.

Setelah suasana reda kedua pelarian berlainan gender itupun berkemas pulang yang diiringi IPK, PBB juga warga setempat hingga sampai ke pintu gerbang perjalanan menuju Provinsi yang beribukato Medan.

"Terimakasih IPK " kata family PS juga kedua pelarian itu . 

Nampak ketua PAC - IPK Batang Cenaku, Budiyono bersama rekan rekan pun melambaikan tangan melepas satu kepergian.(bdy)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar