PAC - IPK Batang Cenaku Ingin Jadi Sahabat Masyarakat

Ketua PAC-IPK Batang Cenaku, Budiyono SH

INHU - " Maaf ketua, mau di bawa kemana arah organisasi kita ketua ? " tanya salah seorang anggota kepada ketua Pimpinan Anak Cabang  (PAC) Ikatan Pemuda Karya (IPK) kecamatan Batang Cenaku, Budiyono SH dalam jeda rapat, Selasa (23/3) sekira pukul 15.00 WIB dikantornya yang baru.

Sontak ketua PAC anyar yang juga selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai Wartawan itu menjawab dengan pemaparan tanggapan dengan nada khasnya yang santai dan datar. Kata Budi, sebagai organisasi resmi yang sah berdiri itu lebih condong pada perasaan hanya layaknya pihak fasilitator kebutuhan masyarakat umum  " Artinya, kita tak ubahnya fasilitator khususnya untuk pemuda dan manfaatnya untuk masyarakat," katanya.

" Jangan berlebihan dan over akting," imbuhnya lagi. Menurut Budi, kebanyakan sudah organisasi ataupun lembaga swadaya sejenisnya berdiri melampaui batas dan selalu salah faham dalam wewenang, " misal , ia bertindak ala polisi, tentara ataupun bisa bertindak ala pengacara," ujarnya.

Satu lagi pertanyaan anggota membuat Budi tersenyum simpul sembari memainkan kuku kuku jarinya. Pertanyaan itu adalah, mengenai gebrakan gebrakan organisasi diseputar penanganan kasus masyarakat atau keterlibatannya dalam peranan ikut serta menegakkan keadilan yang kiprahnya dianggap bisa disegani bahkan ditakuti para pihak yang tak bertanggung jawab.

Budi menyimpulkan pesannya buat publik. Katanya , IPK akan menjadi sahabat masyarakat  dan siapapun tidak boleh berburuk sangka jika organisasinya akan menjadi pecundang massa. Kendati demikian jika pun banyak pihak yang lemah membutuhkan pertolongan, tentu pihaknya akan berusaha demi kebenaran, " ya kita akan berupaya untuk itu " ucapnya.

" Kalau ternyata kita tak mampu bagaimana ketua "? Cecar anggotanya itu lagi seraya tersenyum ringan.

Menurut Ketua PAC-IPK Batang Cenaku yang baru terima SK tugas dari ketua DPD - IPK Inhu, Hendri Marbun itu lagi lagi mengungkapkan jawaban yang membuat anggotanya manggut manggut tenang. Kata Budi, jika pihaknya tidak mampu, tentu upaya pertolongan akan tetap ia lanjutkan meskipun sebatas menjadi sahabat duka lara yang dirasakan masyarakat, " yah..meskipun kita hanya mampu menemani mereka saat dirundung masalah atau kesedihan, hingga mereka merasakan pahit tidak sendirian , tetap semangat ya dik, " tutupnya seraya garuk garuk kepala yang tidak gatal.(by)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar