Safari Dakwah Pedalaman Tolong Talang 2021, Bersama UAS

INHU - Safari Dakwah Pedalaman Tolong Talang 2021 bersama Tuan Guru Prof. Dr. Abdul Somad, Lc., MA., PH. D. pada tanggal 4-5 Februari 2021. Salah satu kegiatannya adalah meninjau pembangunan masjid untuk warga Dusun Maya-maya, Desa Sungai Ekok, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Pembangunan masjid awal mula dilakukan pada akhir September 2020. Alhamdulillah sudah 70% pembangunannya.
 
"Masjid ini kita beri nama Nurul Azhar Dompet Dhuafa-TWU. Nur artinya cahaya. Azhar yaitu titik sentral pendidikan di Kairo, Mesir. Jadi cahaya dari Kairo, Mesir sampai ke dusun Maya-maya ini," ujar Tuan Guru Ustad Abdul Somad kepada pewarta. 

 Masjid ini dibangun oleh Dompet Dhuafa Riau bersama YTWU dari dana yang terkumpul dari para donatur.

UAS bersama rombongan serta masyarakat setempat langsung melakukan salat berjamaah perdana sekaligus azan perdana di masjid tersebut. 

"Kami sangat senang datang ke sini. Berkumpul dengan saudara-saudara Suku Talang Mamak. Besar harapan kami semoga masjid Nurul Azhar menjadi titik sentral kegiatan keagamaan kedepannya di Dusun Maya-maya, Desa Sungai Ekok, Kec. Rakit Kulim, Indragiri Hulu," terang Ali Bastoni selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau.

Sementara Kepala Desa Sungai Ekok, Eko Irawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada rombongan UAS, "Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada rombongan dari Pekanbaru atas bantuan bangunan masjid ini. Terutama kepada Dompet Dhuafa Riau. Kami sangat terbantu sekali. Semoga Ramadan tahun depan kami sudah bisa salat tarawih berjamaah di masjid Nurul Azhar ini", ucap Eko Irawan.

Belajar dari pengalaman, UAS berkesimpulan, dakwah ke pedalaman tidak bisa dengan metode penyuluhan. Apalagi hanya datang sekali setahun. Harus ada seorang dai yang menetap dan sehari hari mendampingi masyarakat pedalaman. Dan jauh lebih baik lagi jika dainya adalah orang kampung mereka sendiri, yang mengerti adat dan budaya lokal. 

Agar mereka bisa mengajarkan agama dengan bahasa mereka dan adat tak terabaikan. Itulah sebabnya perlu kita bangun masjid di perkampungan masyarakat Suku Talang Mamak. Sekaligus UAS mengajak para donatur berzakat ,infak, sedekah dan berwakaf untuk kegiatan dakwah di pedalaman.

Di sela-sela waktu istirahat, UAS dan rombongan menyempatkan diri berdialog dengan tokoh adat, Bapak Patin Mudel dan Datuk Patih. UAS berdialog terkait ritual adat mereka yang kental dengan agama dan sangat banyak yang terpengaruh dengan budaya Minangkabau. Dari dialog itu UAS tahu bahwa masyarakat Talang Mamak mengakui mereka berasal dari Pagaruyung. Selain berdialog, UAS juga mandi di Sungai Ekok untuk menyegarkan badan dan menikmati suasana khas hidup di desa.

Karena kepedulian UAS kepada masyarakat Suku Talang Mamak, Pak Batin Mudel memasangkan tanjak ke kepala UAS, sebagai simbolis UAS diakui sebagai warga kehormatan Suku Talang Mamak.(surya)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar