Melihat Lebih Dekat Potret Keseharian Pejuang COVID-19

Pejuang Covid-19

PEKANBARU - Covid-19 merupakan virus yg dianggap sebagian orang adalah virus yg mematikan. Virus yg tidak saja berdampak pada kesehatan, juga pada ekonomi masyarakat khususnya indonesia ini semakin menjadikan covid-19 hal yg paling ditakuti. 

Tapi tidak untuk para pejuang corona yaitu garda terdepan dokter serta perawat-perawatnya. Seperti seorang perawat yang saya wawancarai ini bernama Yulan Weldiani. Yulan berjuang untuk masyarakat yg khususnya menjalani perawatan di RSUD Pekanbaru. 

Mereka garda terdepan tak pernah rasanya mengucap lelah untuk membantu merawat masyarakat yang terkena Covid-19. Yulan ditunjuk sebagai perawat Covid-19 dari bulan September 2020 yang sebelumnya perawat dibagian anak. 

"Ya sebelum saya ditunjuk sebagai perawat covid-19, saya di ruangan bagian merawat anak. Rasanya senang bisa menjadi garda terdepan untuk merawat pasien Covid-19 apa lagi saat ada yang sembuh, itu senangnya luar biasa," ujar Yulan. 

Di RSUD sendiri terdapat 3 ruangan khusus merawat pasien covid-19, yaitu ruangan pinere 1, pinere 2 dan pinere 3. Masing-masing ruangan punya kapasitasnya sendiri. Jika pasien penuh 1 kamar bisa mencapai 6 orang.  

Kegiatan perawat Covid-19 sendiri mulai dari masuk dinas mereka mempersiapkan diri dengan memakai Hazmat (APD), lalu masuk ke ruangan pasien yang mereka sebut zona merah. 

"Ya kami misalnya dinas pagi, dari pagi itu ya masuk seperti biasa, yang nggak biasanya itu saat masuk keruangan pasien yang kami sebut zona merah, itu kita harus pakai pakaian khususkan, baru keruangan pasien untuk memenuhi kebutuhan apa saja yang diperlukan seperti memberi obat, makan, dan kebutuhan lainnya," ujarnya. 

Disini Yulan punya cerita tentang dukanya memakai Hazmat (APD), "Dulu pernah pakai hazmat yang bener-bener panas, kami semua perawat sampai sesak nafas dan ada temen yang muntah didalam pakaian itu sangking panas dan sesaknya," kata Yulan. 

Tapi semua itu tidak menyurutkan semangat para perawat untuk tetap bertahan merawat para pasien-pasiennya. Saat saya bertanya kenapa Yulan bersedia ditempatkan di bagian merawat covid-19, Yulan menjawab bagaimana pun kita harus siap karena sebagai perawat kita tidak akan mundur hanya karena pandemi ini. 

Terpantau, para perawat masih bisa bercanda untuk menghibur diri mereka masing-masing yang kita tahu itu rasanya tidak mudah.

Di RSUD sendiri pasien Covid-19 saat ini termasuk meningkat dari bulan Desember lalu yang sempat menurun. Itu membuktikan kita belum sungguh-sungguh mentaati protokol kesehatan. Yulan berpesan, "Ayo semua sebagai rakyat indonesia khususnya Pekanbaru juga harus bisa membantu memutuskan rantai covid-19 dengan tidak banyak nongkrong-nongkrong, hindarilah kerumunan, cuci tangan yang penting dan selalu pakai masker," ujarnya.(*)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar