Bupati Inhu Yopi Arianto Wacanakan Sekolah Tatap Muka, Ini Penjelasannya

Bupati Inhu, Yopi Arianto foto bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim saat penyerahan penghargaan Dwija Praja Nugraha akhir tahun lalu

INHU - Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H. Yopi Arianto mewacanakan untuk memulai sekolah tatap muka di Kabupaten Inhu. Oleh karena itu, Yopi segera menginstruksikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Kabupaten Inhu. Kebijakan tersebut juga disambut baik oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Inhu, Datuk Marwan MR.

Yopi menyampaikan, kebijakan menggelar kembali sekolah tatap muka di Kabupaten Inhu melihat situasi kondisi daerah. "Apabila tidak ada penambahan kasus positif di Kabupaten Inhu selama dua minggu ke depan, maka kita laksanakan sekolah tatap muka," ujar Yopi Arianto, Jumat 20 November 2020.

Sesuai dengan wacana tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu, Kamaruzaman mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinkes Inhu. "Sesuai aturankan, sekolah tatap muka diperbolehkan untuk zona kuning. Karena itu kita akan berkoordinasi dengan Dinkes Inhu," ujarnya. 

Ketua LAM Inhu, Marwan MR mendukung kebijakan tersebut. "Pada prinsipnya sekolah tatap muka bisa dilaksanakan namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Marwan. 

Marwan juga mengatakan tokoh adat melayu di kecamatan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu. Seperti yang dilakukan Marwan saat berdiskusi dengan para datuk tokoh adat melayu di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Peranap, Kecamatan Kelayang, dan Kecamatan Rakit Kulim.

Sementara itu, berdasarkan update data terakhir yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhu pada tanggal 19 November 2020, terdapat total kumulatif suspek berjumlah 2.154 kasus dengan rincian isolasi mandiri 287 orang, isolasi di rumah sakit 10 orang, selesai isolasi 1.846 orang, dan meninggal dunia 11 orang.

Sementara itu, total kumulatif kasus konfirmasi hingga saat ini berjumlah 418 kasus dengan rincian isolasi mandiri 31 orang, dirawat di rumah sakit 20 orang, sembuh 358 orang, dan meninggal dunia 9 orang. 

Untuk kumulatif pemeriksaan rapid hingga tanggal 19 November 2020 sebanyak 4.513 orang, sedangkan kumulatif pemeriksaan swab hingga tanggal 19 November 2020 sebanyak 2.478 orang. 





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar