Santri di Inhu, Dapat Bantuan Masker dari Gubernur Riau

Santri di Inhu, Dapat Bantuan Masker dari Gubernur Riau

INHU - Melalui Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Inhu, Gubernur Riau menyerahkan sebanyak 6.700 buah masker ke sejumlah Pondok Pesantren yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Langkah ini dilakukan gubernur sebagai upaya pencegahaan penyebaran virus Covid-19 yang melanda Indonesia.

Gubernur mengakui, wabah Covid-19 sangat mempengaruhi ekonomi-sosial masyarakat. Diantaranya yakni sektor pendidikan, kesehatan dan berhubungan dengan jalin silaturahmi serta ibadah yang terganggu oleh Covid-19.

"Sebanyak 6.700 buah masker untuk santri di Inhu sebagian telah di distribusikan ke beberapa pondok pesantren," ujar Pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Idragiri Hulu, KH.Cucu Sulaeman S.Ag, M.Sc, M.Pdi saat dikonfirmasi Senin pagi (9/11) di Pematang Reba.

Bantuan masker ini kata Cucu Sulaeman, sebagai realisasi niat gubernur Riau yang dikemukakan dalam temu muka dengan pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Propinsi Riau pada bulan Oktober 2020 yang lalu.

KH. Cucu Sulaeman, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Imadul Bilad Pematang Reba ini mengharapkan agar seluruh Ponpes di Inhu yang sudah terdaftar namanya agar segera mengambil masker di Ponpes  Imadul Bilad Pematang Reba.

"Untuk Ponpes yang sudah terdata silahkan untuk segera mengambil masker di Ponpes Imadul Bilad Pematang Reba, karena sangat dibutuhkan oleh santri agar ketentuan protokol kesehatan Covid-19 bisa dilaksanakan, terutama bagi pesantren yang menyelenggarakan belajar mengajar tatap muka," ujarnya.

Untuk di Kabupaten Inhu bantuan masker ini hanya untuk 20 pondok pesantren yang berdasarkan data dari Kanwil Kemenag Provinsi Riau, karena ada beberapa pondok pesantren yang masih dalam tahap penyelesaian perizinannya.

Dikatakannya juga, adapun jumlah setiap Ponpes yang menerima bantuan masker dari Gubri ini disesuaikan dengan jumlah santri yang ada di Ponpes tersebut." Jumlah masker yang diterima masing-masing Ponpes berbeda-beda, disesuaikan dengan jumlah santri yang ada di Ponpes tersebut," tutup Cucu Sulaeman.(surya) 

Berita Lainnya

Index