Kadistankan Inhu Ikuti Zoom Meeting di Area Persawahan Kampung Sawah Pangkalan Kasai

Kadis Pertanian dan Perikanan Inhu, Paino SP bersama Staf dan sejumlah penani saat berada di areal lokasi persawahan Kampung Sawah, mengikuti zoom meeting

INHU - Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, mengamankan produksi dan meningkatkan kesejahteraan para petani, diperlukan komitmen bersama, baik itu di level pusat terlebih lagi di lever daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Paino SP, saat mengikuti Zoom Meeting yang digelar oleh Kementrian Pertanian mengatakan, dari hasil pengamatan BMKB dan Sistem Kalender Tanam Terpadu (KATAM-Balitbangtan) akhir September 2020 masuk kategori basah dan bulan November - Maret 2021 intensitas curah hujan tertinggi, diperlukan antisipasi untuk mengamankan pertanaman terhadap banjir dan longsor.

Selain itu kata Paino, Zoom Meeting yang diikuti secara virtual tersebut, juga membahas tentang penetapan target tanam Oktober 2020 - Maret 2021 dan Brigade La Nina.

Kegiatan zoom meeting tersebut dilakukan oleh Dispentan Inhu di area lokasi persawahan Kampung Sawah, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Inhu, Senin 26 Oktober 2020 sekira pukul 10.30 Wib.

Hadir dalam kegiatan Kadis Pentan Inhu, Paino SP, Kabid TPH Solikin SP, Kasi Produksi TPH Miksalman SP, Petugas POPT Suratman, Koordinator BPP Kecamatan Seberida Yusuf Burhanudin S.Pi, PPL Kecamatan Seberida Pujilestari, serta sejumlah para petani yang tergabung di Poktan Suka Jadi Kampung Sawah Pangkalan Kasai.

Paino berujar, sengaja dipilih lokasi zoom meeting tersebut di area lokasi persawahan Kampung Sawah, karena memang diharuskan dilokasi pertanian." Selain itu lokasi pertanian Kampung Sawah yang terletak di Pangkalan Kasai ini merupakan salah satu dalam pelaksanaan pertaniannya dalam pemantauan Dispentan Inhu," ujarnya.

Untuk di Kecamatan Seberida sendiri, yang ada lahan pertaniannya berupa persawahan hanya ada di Kampung Sawah. Petani padi di lokasi tersebut, sudah 5 tahun lebih mengelola sawah dengan luas lahan diperkirakan mencapai 8 hektar dibawah naungan Kelompok Tani Suka Jadi.

Salah satu petani yang berada di areal lokasi, Aslina Br Pandiangan saat ditemui mengatakan, kami bersama para petani lainnya sudah 5 tahun mengelola area persawahan ini. Sebagai petani kecil tentunya kami ingin sekali ada dukungan dari pemerintah setempat demi kesejahteraan para petani khususnya yang menanam padi.

Dikatakannya juga, sejauh ini Alhamdulilah pemerintah daerah melalui Dispentan Inhu, telah membantu kami seperti memberikan bibit padi dan juga memberikan penyuluhan-penyuluhan bagaimana caranya menanam padi dengan pola yang baik agar kami berhasil dan tidak sia-sia.

Ditanya kendala apa saja dalam pengelolaan tanaman padi khususnya yang berada di Kampung Sawah? Aslina Br Pandiangan menjawab," Kalau kendala itu pasti ada, terutama dalam menghadapi hama padi. Terus terang musuh utama petani adalah hama, disini hama yang sering kali mengganngu tanaman padi kami adalah hama wereng dan burung, namun berkat keuletan kami dan bimbingan para penyuluh hama tersebut masih bisa kami atasi," ujarnya.

Sementara itu petani lainnya Subani yang diketahui juga Kades Desa Petala Bumi mengungkapkan, untuk pengelolaan tanaman padi di Kampung Sawah ini termasuk sudah mencapai hasil yang maksimal.

Dijelaskannya dari 8 hektar lahan yang dikelola oleh para petani didaerah tersebut, mereka rata-rata diwaktu panen telah menghasilkan gabah kering sekitar 4,5 ton per hektarnya.

"Itu dikerjakan secara manual dengan alat masih tradisional, nah untuk meningkatkan produksi panen dan biar para petani lebih semangat lagi, kami berharap kepada intansi terkait untuk memberikan alat bantuan seperti  Kultivator misalnya, kultivator merupakan alat pertanian modern yang memiliki fungsi untuk membajak sawah, tepatnya berfungsi mengolah tanah sekunder (penghancuran dan penghalusan tanah)," harapnya.(shp)





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar