KUD Motah Makmur Bantah Bangun Portal di Jalan Umum

Nampak bangunan ampang ampang di jalan kebun kelompok tani

INHU - Pengadaan portal yang dianggap menjadi penyebab Syahdan mengamuk ternyata dianggap itu alasan cuma-cuma. Hal itu disampaikan oleh Ketua KUD Motah Makmur, Sudirman, Sabtu (24/10/2020) sekira pukul 11.00 WIB di desa Kepayang Sari kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), " Oh tidak, itu tidak benar, sebab portal ada di jalan kelompok bukan jalan umum," katanya.

Kata Sudirman lagi, portal atau ampang-ampang itu bukanlah dibangun di jalan umum, melainkan jalan kelompok tani Cahaya Makmur dan Sinar Harapan. Dibangun pada Januari 2014, melalui kesepakatan antara kelompok dan KUD Motah Makmur.

Terkait Syahdan yang mengaku marah dan mengamuk saat melihat ampang ampang itu menghalangi keluar masuk buah kelapa sawitnya itu, Sudirman mengaku itu tak ada kaitannya bahkan ia anggap tak ada masalah, sebab justru Syahdan lah yang telah menumpang lalu di jalan itu.

Terkait biaya pembangunan portal, diambil dari tanggungan biaya yang ditanggung oleh kedua kelompok tani yang ia maksud. Pembangunan portal itu dikoordinir oleh Hamka, juga staf pengawas dari KUD Motah Nakmur.

Kata Sudirman, pembangunan portal dilakukan demi menjaga keamanan kebun kelompok yang berkemungkinan bisa rusak akibat perbuatan orang-orang yang tak bertanggung jawab, seperti halnya pencurian buah dan sebagainya.

Menurut ketua kelompok tani Sinar Harapan, Bujang Santri saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan, pembangunan portal disepakati oleh seluruh anggota kedua kelompok tani itu dicakup oleh biaya pembangunan jembatan dan menggabiskan biaya 17,5 juta rupiah, " ya pembuatan portal dicakup oleh anggaran biaya jembatan yang kami buat " kata Bujang. (by)





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar