Dukungan Independen Modal Dasar Rajut Maju di Pilkada Inhu

Paslon Rezita Meylani Yopi - Junaidi Rachmat saat berdialog dengan pengurus dan anggota PWI Inhu

INHU - Dalam kunjungan di sekretariat PWI Inhu, Sabtu 5 September 2020, pasangan Rezita Meylani - Junaidi Rachmat (Rajut) mengatakan, berdasarkan dukungan independen merupakan modal dasar bagi pasangan Rajut untuk maju di Pilkada Inhu 2020.

Junaidi Rachmat menegaskan, jika pasangan Rajut menjadi pemenang pada Pilkada Inhu 9 Desember 2020 mendatang akan meneruskan program pembangunan dari pemerintah sekarang ini. 

Untuk itu, pihaknya berharap peran dari insan pers peliputan Inhu untuk dapat bekerjasama membangun Kabupaten Inhu kearah yang lebih baik lagi. Melalui pemberitaan maka  semua program pembangunan Inhu ke depan dapat diketahui masyarakat luas. Tanpa pemberitaan melalui media masa oleh rekan pers maka apapun yang akan dan telah dilakukan pemerintah daerah tidak dapat diketahui masyarakat.

"Program kami, pasangan Rajut, tidak akan berdampak luas jika tanpa kerja sama dengan insan pers. Tanpa terjalin kemitraan dengan insan pers dan tidak disebar luaskan ke publik tentu tidak diketahui masyarakat luas," jelas Junaidi.

Kritikan maupun masukan dari insan pers melalui pemberitaan media, merupakan umpan balik bagi pasangan Rajut, jika pasangan Rajut menjadi pemimpin di Kabupaten Inhu. 

Menyoal status dirinya sebagai PNS di Pemkab Inhu, yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Inhu, Junaidi menuturkan, bahwa sejak 1 September 2020 yang lalu dirinya sudah tidak lagi berstatus PNS. 

"Saya sudah melayangkan surat pengunduran diri secara resmi Bupati Inhu. Surat pengunduran diri itu atas permintaan saya sendiri, dengan alasan untuk maju di Pilkada Inhu 2020. Jadi, terhitung tanggal 1 September 2020 kemarin, saya sudah tidak PNS lagi dan sudah tidak masuk kantor lagi," terangnya.***





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar