Pertamina EP Lirik Field Kembali Salurkan Bantuan Bagi Insan Pers

INHU – Momen pemulihan dampak pandemi virus Corina (Covid-19) kembali dimaknai oleh Pertamina EP Asset 1 Lirik Field untuk berbagi. Kali ini bantuan disalurkan kepada insan pers yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu (lnhu) yaitu organisasi pers Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Kamis (30/7/2020) siang.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan CSR Terpadu Pertamina EP Asset 1 Lirik Field, dihadiri langsung oleh Lirik Field Manager Kurniawan Triyo Widodo dan Legal and Relation Asisten Manager Turja Sari, para pejabat di Pertamina dan perwakilan wartawan liputan lnhu.

Pembagian paket bantuan covid-19 ini diserahkan kepada Ketua PWI lnhu Efril Reza dan Kordinator AJI lnhu Teguh Suharto dengan total 23 paket bantuan, penyerahan ini tetap menerapkan protokol kesehatan new normal. 

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan kebutuhan rekan-rekan media sehari-hari, terutama menjelang hari raya Idul Adha.” ucap pria yang akrab disapa Triyo.

Lebih lanjut Triyo juga menghimbau kepada para awak media untuk terus menerapkan protokol kesehatan dan turut menyampaikan edukasi kewaspadaan penularan virus Covid-19.

"Peran media terhadap perkembangan covid-19 sangat besar, sehingga masyarakat mengetahui informasi yang berkaitan dengan permasalahan covid-19 ini," katanya.

Dirinya berharap semoga pandemi ini segera berakhir, agar pola kehidupan sehari-hari dapat pulih, termasuk kegiatan perekonomian seperti di kawasan CSR Terpadu yang menjadi salah satu ikon pariwisata di Kabupaten Inhu, tutupnya.

Sementara itu, ucapan terimakasih  disampaikan dari penerima bantuan yang diwakili oleh Efril Reza selaku Ketua PWI lnhu.

"Kami berterimakasih atas perhatian dari Pertamina EP Asset 1 Lirik Field kepada kami. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian PEP Lirik Field kepada rekan-rekan media. Hal ini sangat kami apresiasi,” ucap Efril.

Disampaikan Efril, adanya pandemi virus Covid-19 yang masih dirasakan di Indonesia turut memberikan dampak bagi industri media, yang tentunya dirasakan oleh para wartawan di berbagai daerah. 

"Selain itu, pekerjaan sebagai pemburu berita merupakan salah satu pekerjaan yang cukup beresiko terpapar virus menular Covid-19 mengingat mobilitas yang tinggi dan frekuensi bertatap muka dengan banyak orang," ujarnya. 

Sehingga penerapan protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid-19 tentunya wajib dilakukan sehingga dapat meminimalisir resiko penularannya, tutupnya. (rilis)
 





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar