Pengurus Persaudaraan Jawa Kuansing Temui Bupati Inhu, Ini Tujuannya

Bupati Inhu, H. Yopi Arianto SE berfoto bersama Pengurus Perjasing di depan kantor Bupati Inhu

INHU - Pengurus Persaudaraan Jawa Kuansing (Perjasing) bersilaturahmi dengan Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H. Yopi Arianto, SE, Kamis 9 Juli 2020.

Rombongan dipimpin oleh Ketuanya yang bernama Ir Heru Agus Santoso tersebut diterima oleh Bupati Yopi di ruang kerjanya.

Heru Agus Santoso memperkenalkan diri sebagai pengurus Perjasing yang baru masa bakti 2020-2024 kepada Bupati.

Pada kesempatan ini Ketua Perjasing juga menjelaskan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Menurutnya pengurus yang baru ini merupakan hasil musyawarah yang dilaksanakan pada Bulan Desember lalu.

“Kami bersama-sama pengurus, menghadap bapak Bupati Inhu dengan harapan beliau berkenan menjadi Pembina di organisasi kami," ujar Heru kepada wartawan.

Menurut Heru, sosok Yopi Arianto merupakan salah satu tokoh muda terbaik di provinsi Riau dan sudah seperti keluarga bagi warga jawa di Kabupaten Kuansing. 

Pria yang berasal dari Kabupaten Pati Jawa Tengah ini mengucapkan terimakasih kepada Bupati Yopi karena kedatangannya disambut dengan baik.

Sementara itu, Bupati Inhu H. Yopi Arianto, SE menyampaikan bahwa keberadaan organisasi Persaudaraan Jawa Kuansing ini hendaknya menjadi sebuah wadah dan fasilitas dalam memperkuat silaturahmi dan ukuwah antar sesama warga, khususnya warga keturunan Jawa.

Diungkapnya, sebagai organisasi kemasyarakatan, Perjasing mempunyai peran penting dalam membina dan memajukan anggotanya untuk berkiprah dalam proses pembangunan di Riau khususnya di kabupaten Kuansing.

Bupati Yopi berfoto bersama Ketua Perjasing

Dalam suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut, Bupati Yopi menegaskan, setiap warga keturunan Jawa di kabupaten Kuansing mempunyai tanggungjawab besar dalam membesarkan keberadaan organisasi yang menaungi.

Lebih lanjut Yopi menyampaikan, untuk membangun sebuah ormas harus dilandasi empat pilar. Diantaranya, pilar saling mengenal (tawaruf), saling memahami (tafahum), saling menolong (tafa’un) dan saling memikul (fafakul). Jika keempat pilar tersebut menjadi landasan sebuah ormas, maka keberadaan ormas tersebut akan semakin eksis. Apabila dalam sebuah ormas sudah menjalankan empat pilar tersebut, InsyaAllah keberadaan ormas tersebut semakin eksis. Jadi tidak ada lagi, ormas yang muncul, kemudian hilang kembali.

"Saya berharap keberadaan Perjasing kedepan bersinergi dengan pemerintah untuk sama sama memajukan daerah," harap Bupati yang dikenal suka memakai sendal jepit tersebut.(azi)





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar