Camat Elinaryon, Tanaman Komoditi Ubi Racun Sangat Menjanjikan

INHU -  Pemerintah Kecamatan dan Desa Siambul Kabupaten Inhu, dukung kembangkan ubi racun di Dusun Talang Tanjung. Budidaya ubi racun ini sangat menjanjikan, hal ini seperti yang disampaikan Camat Batang Gansal H. Elinaryon, Senin (24/02) diruang kerjanya. 

Untuk itu, Camat mengajak masyarakat menanam ubi racun karena komoditas ini dinilai masih memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, "Umbi tanaman singkong racun merupakan bahan baku pembuatan tepung tapioka dan lem," ujar Camat.

 Dikatakannya, tanaman jenis ini mudah dibudidayakan dan dapat ditanam di lahan yang kurang subur apalagi masih banyak lahan terlantar dan tidur yang belum diolah. 

"Selain mudah dibudidayakan, resiko gagal panen sangat kecil dibanding komoditi lain. Bahkan, singkong jenis racun ini aman dari serangan hama, seperti babi dan kambing,” terangnya.

Lanjutnya, saat ini di Kecamatan Batang Gansal sudah membudidyakan ubi bercun tersebut, ada lahan sekitar 50 hektar untuk budidaya ubi racun di Kecamatan Batang Gansal, yang saat ini baru dikelola sekitar 15 hektar, tepatnya di Dusun Talang Tanjung Desa Siambul, lahan tersebut sebagian memanfaatkan lahan Ulayat dan sebagian lahan masyarakat. 

 Hasil berkebun ubi racun sangat menjanjikan berkebun di atas lahan satu hektar sekali panen bisa menghasilkan 40 hingga 60 ton ubi racun siap jual. Bahkan dari satu hektar petani bisa mendapatkan Rp 30 juta, "Dalam sembilan atau delapan bulan, petani sudah bisa panen, dan juga jualnya tidak susah-susah karena dari pihak Bumdes Desa Siambul nantinya siap menampung," katanya. 

Untuk Kabupaten Idragiri Hulu ini, baru di Kecamatan Batang Gansal yang membudidayakan ubi racun. Bahkan untuk panen perdana pada Ahad (23/02) dihadiri langsung oleh Ketua PKK Kabupaten Inhu Rezita Maylani Yopi SE yang hadir langsung ke lokasi. 

Camat berharap dengan adanya peluang bisnis ini masyarakat lebih giat lagi menanam singkong tersebut dalam upaya untuk menambah pendapatan. Apal lagi perawatan sangat gampang, lahan setelah dibajak dilakukan penanaman. Sedangkan untuk pemupukan maksimal dilakukan dua kali. “Membudidayakan ubi racun ini sangat bagus sekali, selain keuntungan yang cukup besar untuk menjual ubi racun juga tidak sulit sekarang ini,” paparnya lagi.

Namun untuk pengolahan lokal saat ini hanya ada mesin pengupas saja, karna untuk membuat pabrik ubi racun kita harus menyediakan dana yang cukup besar, dalam hal ini tentunya kita berharap ada dukungan dari pemerintah Kabupaten," pungkasnya.




[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar