Jokowi Datang, Kapal China Tinggalkan Natuna

Presiden Jokowi di atas KRI Usman Harun 359 saat berkunjung ke Natuna Utara terkait kehadiran Kapal Coast Guard China. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Agus Suparto).

Riaukarya.com - Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayor Jenderal Sisriadi memastikan kapal-kapal nelayan berbendera China bersama kapal Coast Guard mereka sudah keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara. Kapal-kapal China itu 'cabut' setelah Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke sana.

"Dengan amatan dari TNI AU melalui udara, mereka artinya kapal-kapal China yang melakukan ilegal fishing sudah keluar dari ZEE kita pasca kunjungan presiden ke Natuna," kata Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1).

Lebih lanjut, Sisriadi menyatakan kunjungan Jokowi ke Natuna memberikan pesan tegas ke pemerintah China di Beijing terkait konflik di perairan Natuna.

Ia menyatakan kunjungan Jokowi lantas disambut dengan cermat oleh pemerintah China. "Sudah tak ada lagi, sudah meninggalkan wilayah ZEE," kata Sisriadi menegaskan kembali.

Selain itu, Sisriadi menekankan bahwa tugas TNI di perairan Natuna sekadar membantu tugas diplomasi yang dilakukan pemerintah terhadap pemerintah China. Salah satunya personel TNI kerap melakukan pengusiran terhadap para nelayan berbendera China keluar dari ZEE Indonesia di perairan Natuna.

"Artinya kita bertindak sesuai prosedur mengusir mereka. Berulang-ulang dan tak pernah capek," kata Sisriadi.

Presiden Jokowi bersama rombongan berkunjung ke Natuna, Rabu (8/1), usai konflik dengan China di perairan Natuna Utara kian memanas.

Di sana, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia memiliki hak berdaulat terhadap sumber daya laut di Natuna Utara. Jokowi juga menggarisbawahi bahwa Natuna merupakan bagian dari NKRI.




[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar