Kepengurusan Pasundan Inhu, Resmi Dilantik dan Dikukuhkan oleh Ketua Misuri

INHU - Sedikitnya sekitar limapuluhan kepengurusan Pasundan Inhu, resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Pupuhu Misuri (Mitra Sunda Riau) H.M Eyang Surachmat, Sabtu tanggal 7 Desember 2019, bertempat di Wisma Ferdi Pematang Reba, Kabupaten Idragiri Hulu (Inhu), Riau. 

Selain dihadiri Ketua Misuri H.M Eyang Surachmat dan Sekretaris Misuri Rahman Basuni, kegiatan juga dihadiri oleh Bupati Inhu, H. Yopi Arianto SE yang diwakili Kepala Bappeda Inhu Drs Junaidi Rahmat yang didampingi juga oleh Kepala Kesbangpol, Kadis Kominfo, Kamenag Inhu, Kadis Perpustakaan, perwakilan Kapolsek Rengat Barat, Ketua Misuri Kuansing, serta Ketua Ormas Pemuda Pancasila Inhu dan perwakilan Laskar Merah Putih (LMP) Inhu. 

Tidak ketinggalan sertusan anggota paguyuban Pasundan Inhu dari masing-masing wilayah kecamatan, dan sponsor Kopi Paman yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan. 

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dirangkai dengan lantunan merdu pembacaan ayat suci Al-Quran, pembacaan doa, dan menampilkan tarian jaipong, dilanjutkan dengan laporan ketua panitia disusul dengan acara inti kegiatan yaitu pelantikan dan pengukuhan pengurus serta penampilan koor karatagan Sunda, dikombinasikan dengan beberapa kata sambutan, terakhir ramahtamah dan hiburan. 

Dalam kesempatan itu Ketua Paguyuban Pasundan Inhu, H. Cucu Sulaeman S.Ag, M.Pd menyampaikan ucapan rasa syukur dan terimakasih kepada segenap yang hadir serta kepada para pengurus dan panitia acara sehingga bisa terlaksananya kegiatan pelantikan.

"Dalam hal ini tentunya saya tidak bisa bekerja sendirian, namun marilah rekan-rekan dijajaran pengurus kita saling bekerjasama dengan sebaik-baiknya," ujarnya. 

“Kita saling bantu, bahu membahu untuk memajukan pasundan dengan sumberdaya yang kita miliki masing-masing, sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan pasundan yang telah bekerja keras hingga terlaksananya acara pengukuhan ini,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Misuri H.M Eyang Surachmat juga dalam sambutannya menyampaikan, bahwa organisasi paguyuban pasundan Misuri didirikan misinya adalah terwujudnya masyarakat Indonesia khususnya sunda yang memiliki harkat dan martabat. untuk mencapai hal itu tentunya harus penuh perjuangan dan bekerjasama dengan baik dalam wadah paguyuban.

Visi nya memberantas kemiskinan dan kebodohan, terwujudnya masyarakat sunda yang memiliki jatidiri yang mampu mengembangkan diri dalam kerangka nasional dan global, adapun misinya menciptakan tatanan kehidupan yang di dasari nilai-nilai keislaman, serta mengembangkan budaya sunda yang kuat, dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembentukan budaya nasional.

Dengan harapan Paguyuban Pasundan Inhu Misuri umumnya, mampu dan bersinergi dengan pemerintah dalam membantu program pembangunan daerah di perantauan serta sunda guyub, silih asih, silih asah, silih asuh, menjadi pedoman kita.

Sebelumnya juga dalam pelantikan dan pengukuhan Paguyuban Pasundan Inhu, Eyang sapaan akrab Ketua Misuri memberikan sebilah senjata pusaka khas Jawa Barat berupa Kujang. 

Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang mempunyai kekuatan tertentu yang berasal dari para dewa (Hyang), dan sebagai sebuah senjata, sejak dahulu hingga saat ini Kujang menempati satu posisi yang sangat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat (Sunda). 

Sebagai lambang atau simbol dengan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, Kujang dipakai sebagai salah satu estetika dalam beberapa lambang organisasi serta pemerintahan. Disamping itu, Kujang pun dipakai pula sebagai sebuah nama dari berbagai organisasi, kesatuan dan tentunya dipakai pula oleh Pemda Propinsi Jawa Barat.

" Senjata pusaka Kujang, boleh dipakai atau digunakan apabila kita terdesak," ujar Eyang saat memberikan senjata tersebut kepada Ketua Paguyuban Pasundan Inhu, H.Cucu Sulaeman. 





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar