Cari Ikan Pakai Alat Setrum, Pemuda di Inhu Tewas Mengenaskan

Jenazah korban ketika dievakuasi

INHU - Peringatan bagi para pencari ikan, jangan menggunakan alat yang berbahaya baik bagi diri sendiri atau habitat makhluk hidup lainnya.

Seperti yang dialami Yogi (25) pemuda Desa Alang Kepayang Kecamatan Rengat Barat ditemukan tewas mengenaskan didalam parit atau kanal setelah beberapa hari tak pulang kerumah.
Kuat dugaan pemuda ini tewas akibat alat setrum ikan yang dibawanya.

Kapolres Inhu, AKBP Efrizal S.IK melalui PS Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran, Minggu 27 Oktober 2019 menjelaskan, Jumat 25 Oktober 2019 kemaren, selepas sholat Jumat atau sekitar pukul 14.00 WIB, korban pamit pada istrinya untuk mencari ikan.

Sambil menyandang alat setrum ikan, korban mengendarai sepeda motornya menuju lokasi tempat mencari ikan, yakni sebuah kanal.
Kemudian korban memarkir sepeda motor itu dihalaman rumah salah seorang warga setempat dan korban berjalan kaki menuju kanal.

Sekitar pukul 20.00 WIB, orang tua korban menelphon istri korban untuk menanyakan apakah korban sudah pulang mencari ikan atau belum, istrinya menjawab jika korban belum sampai kerumah.

Langsung orang tua korban mencari dengan menyelusuri aliran sungai Indragiri karena letak Desa Alang Kepayang berada dipinggir sungai Indragiri.

Tapi sudah larut malam, korban tak kunjung ditemukan, kemudian pencarian dilanjutkan Sabtu 26 Oktober 2019 dibantu puluhan warga setempat, Bhabinkamtibmas dan sejumlah personil Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu.
Tapi hari itu, korban tak juga ditemukan.

Pencarian terus dilakukan hingga Minggu 27 Oktober 2019 dan sekitar pukul 11.45 WIB, korban akhirnya ditemukan mengambang disebuah kanal dengan kondisi sudah mulai membengkak sedangkan dipunggungnya masih melekat alat setrum ikan.

Korban langsung dievakuasi dan dibawa kerumahnya, kemudian tim medis lakukan Visum dan hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, diduga korban tewas akibat sengatan listrik ketika mencari ikan.

"Pihak keluarga tidak mau diotopsi dan langsung menggelar prosesi pemakaman mengingat jenazah korban sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap," ucap Misran (ril)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar