Warga Inhil yang Berlayar Dirampok di Dalam Kapal, Badan Diikat, Mata Dilakban, Uang Rp95 Juta Raib

Ilustrasi

INHIL - Tindak pidana pencurian dengan kekerasan terjadi Senin (07/10/2019), para korban merupakan nahkoda dan anak buah Kapal Motor Putra Nelayan.

Kejadian tersebut terjadi di perairan Sungai Merusi, Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuindra, Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Kronologis kejadian berawal sekitar pukul 10.00 WIB, saat kapal yang dinahkodai Firman tersebut berangkat dari Kota Tembilahan dengan membawa muatan bahan makanan dan bahan bangunan menuju Kepulauan Riau.

Sewaktu melintas di Perairan Sungai Merusi, tiba-tiba, speedboad 40 PK pun mendekat. Kemudian 6 orang keluar dari dalam speedboat tersebut dan masuk ke dalam kapal.

Enam orang yang membawa senjata api, parang dan kayu tersebut langsung mengikat nahkoda kapal dan para ABK dengan tali serta menutup mata mereka dengan lakban.

Dengan nada mengancam mereka pun meminta uang, setelah mengetahui letak uang dan mengambilnya, mereka pun kemudian mengancam untuk tidak melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian, lalu mereka pergi.
"Uang senilai Rp9,8 juta dibawa kabur, tidak hanya itu hand phone dan sebuah cincin berbalut emas pun berhasil mereka bawa kabur," jelas Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman melalui Kasubag Humas Polres Inhil, IPTU Warno, Rabu (09/10/2019).

Saat ini, dikatakan Warno, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Inhil.***


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar