Jokowi Tanya Soal Mobile Legends, Prabowo Pilih Fokus Swasembada Pangan

Foto: net

Riaukarya.com - Debat pamungkas capres-cawapres 2019 berlangsung sengit. Dalam sesi tanya jawab, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi bertanya soal strategi pengembangan ekonomi digital, fokusnya pada pengembangan e-sport seperti mobile legend.

Pertanyaan Jokowi ini dijawab calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno. Dia setuju bahwa sektor e-sport tengah berkembang di Indonesia. Peminatnya pun sangat banyak. Sandiaga berjanji akan memfasilitasi perkembangan e-sport dan menjadikannya sebagai peluang kerja.

"Kembali kepada wirausaha dan kita akan memfasilitasi, membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Jangan sampai Indonesia pasar yang sangat besar ini hanya fokus diserbu produk impor. Kami akan memfasilitasi dan bekerja sama dengan rumah siap kerja anak muda. Kita akan membuat event-event pelatihan agar kita punya juara dunia," kata Sandiaga dalam debat capres dan cawapres 2019 di Hotel Sultan,Jakarta.

Namun demikian, Sandiaga menekankan agar perkembangan e-sport tidak mempengaruhi akhlak anak muda. "Jangan sampai e-sport mempengaruhi anak muda dalam hal aklak. Ekonomi digital berpeluang lapangan kerja buat anak muda, rumah siap kerja langsung kongrkit memberi peluang kerja," tegasnya.

Calon presiden 01, Joko Widodo berpendapat lain. Menurutnya pemerintah harus cepat tanggap dalam perubahan global seperti big data, crytocurrency dan bitcoin dan lainnya. Sementara terkait e-sport, Jokowi menyebut telah membangun infrastruktur untuk mewadahi peluang e=sport ini.

"Ini profesi, anak anak muda senang jadi gamers. Pemerintah membangun infrastruktur digital, baik broadband kecepatan tinggi, satelit Palapa Ring, sehingga anak anak muda memiliki infrastruktur mengembangkan profesinya gamers," tegas Jokowi.

Jokowi menyebut bahwa perkembangan game membuka peluang besar industri di Indonesia. Nilai ekonomi industri game ini disebut mencapai Rp 11 triliun hingga Rp 12 triliun. "Tahun 2017 perputaran uang Rp 11 - Rp 12 triliun pertumbuhan 25-30 persen. Jangan sampai terlambat merespons," tegas Jokowi.

Sementara calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berpendapat lain. Prabowo mengaku akan fokus pada hal mendasar yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Pihaknya ingin meningkatkan produksi pertanian, meningkatkan penghasilan petani dan nelayan.

"Saya fokus nanti kebijakan saya dalam hal hal mendasar, yang menjawab kebutuhan pangan Indonesia. tingkatkan produksi pertanian, tingkatkan penghasilan petani dan nelayan, tingkatkan kualitas hidup buruh, guru honorer," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa ekonomi digital memang bagus. Namun, rakyat butuh swasembada pangan.

"Digital digital bagus, tapi rakyat butuh swasembada pangan. kita harus turunkan harga, kita jaga kekayaan Indonesia, rakyat sedang susah." ***


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar