Rabu Besok, Pemkab Inhu Peringati Isra Mikraj dan Salat Subuh Berjamaah Serentak di 14 Kecamatan

Bupati Inhu, H. Yopi Arianto

INHU - Kabar gembira bagi masyarakat muslim yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Pasalnya, peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW akan dilaksanakan secara serentak di 14 kecamatan yang ada di Inhu, pada Rabu 3 April 2019 besok.

Bahkan, bersempena dengan peringatan Isra Mikraj tersebut, juga akan dilaksanakan ibadah salat subuh berjamaah secara serentak di 14 kecamatan se Inhu.

Bupati Inhu, H. Yopi Arianto saat ditemui Riaukarya.com menyampaikan bahwa ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari pelaksanaan salat subuh berjamaah tersebut.

Menurutnya, selain untuk menguatkan ikatan silaturahim, kekeluargaan dan kekompakan antara pemerintah dengan masyarakat, juga untuk lebih meningkatan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Pada kesempatan tersebut, Bupati termuda di Indonesia tahun 2010 ini mengajak seluruh masyarakat Inhu untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj, sebagai momentum untuk memantapkan dan meningkatkan pelaksanaan salat sehari-hari. 

Bupati Yopi juga menekankan pembangunan bukan sebatas membangunan secara fisik saja. Tapi pembangunan moral dan akhlak manusia juga menjadi tanggungjawab pemimpin daerah.

Oleh karenanya, Bupati mengajak seluruh pejabat dilingkungan Pemkab Inhu dan element masyarakat Inhu untuk meramaikan Masjid diwilayah masing-masing pada subuh Rabu 3 April 2019.

Sebagaimana diketahui Isra Mikraj adalah peristiwa di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Kemudian Beliau di mi’rajkan oleh Allah ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa yang di dalamnya terdapat peerintah untuk melaksanakan Shalat lima waktu ini, terjadi pada tanggal 27 Rajab atau satu tahun menjelang hijrah ke Madinah. Isra Mikraj adalah peristiwa agung dalam sejarah kerasulan Nabi Muhammad SAW yang wajib diyakini oleh setiap muslim.

Berbagai bentuk pengalaman yang dialami Rasulullah selama perjalanan Isra Mikraj, bertujuan untuk memperlihatkan tanda kebesaran Allah yang kemudian disampaikan kepada manusia agar dipetik hikmahnya. Hikmah terbesar dari peristiwa tersebut adalah  Nabi Muhammad menerima perintah shalat lima waktu sebagai sarana bagi umat Islam untuk merasakan kedekatan dengan Allah SWT dan mencapai derajat hidup yang terpuji.***


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar