Ternyata Kaget Bisa Berisiko Menyebabkan Kematian, Ini 7 Faktanya!

Ilustrasi

Riaukarya.com - Kaget merupakan suatu respon yang timbul secara tidak sengaja akibat terkejut dengan suatu hal yang tiba-tiba terjadi. Bagi sebagian orang, respon kaget dapat berkembang berlebihan dan mengakibatkan kelatahan. Lalu, apakah kaget juga dapat menyebabkan kematian? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa faktanya!

1. Reaksi kaget setiap orang berbeda-beda
 
Pada dasarnya, kaget merupakan bentuk respon perlindungan tubuh yang muncul akibat tidak siap terhadap suatu hal. Nyatanya, reaksi tersebut akan berbeda-beda tergantung dari batas toleransi tubuhnya.

2. Kaget dapat terjadi saat tidur

Perasaan jatuh saat tidur yang biasanya hadir ketika sedang bermimpi ini biasa disebut dengan hypnic jerk. Kondisi ini disebabkan karena tubuh mengalami kelelahan dan tahapan tidur yang dilalui terasa lebih cepat. Tubuh yang kebingungan dengan kondisi tersebut akan menafsirkannya menjadi sebuah mimpi untuk membangunkan orang yang bersangkutan.

3. Ketika kaget, denyut jantung akan meningkat

Ketika seseorang mengalami kaget, otot-otot yang bekerja di sekitar jantung akan bereaksi secara terus menerus dan mengakibatkan denyut jantung meningkat. Oleh karenanya, ketika kaget kita jantung kita akan berdebar dengan cepat.

4. Aliran darah dapat berhenti secara tiba-tiba

Kerja jantung yang semakin berat akibat peningkatan denyut yang terjadi memungkinkan aliran darah untuk berhenti secara mendadak. Hal ini biasa dialami penderita penyakit jantung saat dirinya kaget atau terkejut.

5. Kaget bisa menyebabkan kematian

Bagi penderita penyakit jantung memang wajib menghindari respon yang satu ini. Pasalnya, kondisi kaget dapat membuat aliran darah dalam tubuh berhenti dan juga mengakibatkan terhentinya peredaran oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan seseorang meninggal secara mendadak.

6. Kaget secara berlebihan adalah sebuah kelainan

Memiliki respon kaget yang berlebihan ternyata masuk dalam kategori kelainan. Dengan nama hyperekplexia, kelainan ini disebabkan oleh mutasi gen yang membuat molekul glycine yang mengontrol suara dan sentuhan tidak tersampaikan ke sel saraf.

7. Latah merupakan respon kaget yang dipengaruhi budaya

Latah merupakan respon kaget atau terkejut berlebihan yang dibarengi dengan perkataan-perkataan tertentu. Meski bukan termasuk sebagai penyakit, ternyata latah merupakan sebuah kelainan yang dipengaruhi oleh faktor budaya atau kebiasaan.

Kaget memang merupakan hal yang wajar dialami. Akan tetapi, sebaiknya jangan membuat orang lain kaget, terutama ketika kamu tahu akan berisiko buruk padanya, jika tidak ingin ada hal buruk yang menimpa.***


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar