Atlet Angkat Besi Tersangkut Doping, Menpora Kaget

Menpora, Imam Nahrowi / foto: net

Riaukarya.com - Menpora Imam Nahrawi terkejut dengan kasus doping yang menimpa salah satu atlet pelatnas angkat besi. Kasus ini menjadi peringatan bagi cabor lain.

Lifter putri kelas 49 kg Acchedya Jaggadhita dinyatakan gagal tes doping oleh International Weightlifting Federation (IWF). Sampel A milik Acchedya mengandung zat yang dilarang oleh antidoping dunia. Yaitu 17β-hydroxymethyl-17α-methyl-18-norandrost-1,4,13-trien-3-one yang memuat substansi yang dilarang Metandienone (S1.1 agen anabolik).

Status Acchedya pun ditangguhkan untuk sementara waktu karena potensi pelanggaran aturan antidoping. Jalan Acchedya untuk menambah poin Olimpiade 2020 pun otomatis tertutup sampai putusan sidang.

Mengetahui salah satu atlet Indonesia terkena kasus tersebut, Menpora Imam Nahrawi kaget. Hal itu disampaikan langsung oleh Gatot S. Dewa Broto, sekretarisnya. Gatot saat dimintai komentarnya mengaku telah mengetahui kasus tersebut sejak akhir pekan lalu.

"Sejak hari Sabtu kami sudah tahu. Ya kami turut prihatin dan merasa kecewa sedih tapi yang jelas kami sudah dapat laporan dari Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Joko Pramono. Dia meminta maaf atas kejadian itu. Tak ada niatan angkat besi putri untuk melakukan itu," kata Gatot kepada detikSport, Kamis (7/3/2019).

"Saya juga langsung laporkan juga kepada Bapak menteri saat itu juga dan beliau kaget. Tapi kami paham PABBSI sudah berusaha semaksimal mungkin karena mereka sangat steril bahkan negara China sampai segan dengan lndonesia karena bisa menjaga atletnya bebas dari doping," sambungnya.

Diakui Gatot hal ini sempat membuat pihaknya sedih lantaran PABBSI sebelumnya telah ditinggal salah satu atlet andalannya Sri Wahyuni Agustiani, yang tengah mengandung, lalu disusul kasus doping seperti ini.

"Harusnya Acchedya tapi setelah kejadian ini berat buat kita untuk meraih medali di Olimpiade. Tapi masih ada waktu layer berikutnya untuk mengejar (poin)," ujar dia.

"Yang kedua ini menjadi pembelajaran bagi cabor manapun agar mereka lebih hati-hati sekali. Kami akan dorong ke Deputi IV nanti ada pertemuan lagi dengan cabor kami akan titip dan didorong masalah doping supaya tidak kompromi soal itu. Harus dipastikan karena data WADA (Asosiasi Anti Doping Dunia) update terus," katanya.

"LADI (Lembaga Antidoping Indonesia) juga diharapkan lebih serius lagi dan ekstra intensif untuk memberikan pedampingan kepada cabor yang berpotensi sorotan penggunaan suplemen. Kejadian ini juga diharapkan tak menurunkan semangat atlet. Kami Kemenpora memahami yang lebih terpukul lagi ibu kandungnya, bisa terbayang beliau juga pelatihnya," demikian Gatot.***


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar