Cara Menghilangkan Bau Amis Dan Kotoran, Pada Usus Juga Jeroan Ayam

Internet

Riaukarya.com- pernahkah dirimu mencicipi sate usus ayam yang masih barbau kotoran. Rasanya eneg pengen muntah ya? Atau jeroan ayam ati ampela beraroma amis? Meski menurut ahli kesehatan sangat tak disarankan, dan terkadang ada orang yang enggak suka, faktanya masih banyak pula yang gemar menyantap sebagai teman lauk nasi atau buat gadonan saja.

Meski seabreg bumbu telah ditambahkan, nyatanya aroma tak sedap ini tetap terasa. Sebenarnya ada tehnik tersendiri yang harus diikuti. Sekalipun dirimu sudah jadi pedagang makanan hebat, tak ada salahnya membaca tips ini hingga tuntas, supaya pelangganmu makin senang dan betah jajan di warung makanmu.

Baiklah, tanpa banyak kata, berikut cara mudah menghilangkan bau tak nyaman itu. Silkan perhatikan langkahnya ya.

Pilih usus dan jeroan utuh

Saat belanja ke pasar, usahakan membeli usus dan jeroan utuh. Jangan yang sudah hancur apalagi berubah warna. Untuk usus sendiri pilih yang tak terputus, besar, panjang dan berwarna kuning kemerahan. Sedangkan jeroan yang tidak hancur.

2. Jangan ditetesi jeruk nipis atau cuka setelah dicuci

Yups, benar banget! Meski dua bahan tadi diyakini mampu mengatasi bau amis pada ayam, tapi jangan pernah dilakukan. Sebab akan mengurangi rasa setelah matang karena rasa asam yang ditinggalkan, sekalipun sudah kamu cuci bersih.

3. Rebus air berbumbu

Didihkan air secukupnya sesuai bahan mentahmu, bersama jahe+serai geprek dan beberapa lembar daun salam juga daun jeruk serta beri sedikit garam. Cuci perlahan hingga bersih usus ayam atau jeroan, hilangkan semua kotoran jangan ada yang menempel. Setelah itu masukkan sate atau jeroan ayam ke dalam air rebusan tadi yang sudah mendidih.

** Khusus usus, diamkan selama lima menit di atas kompor, lalu matikan, angkat panci atau pindahkan jangan diletakkan di kompor lagi. Biarkan selama 10 menit usus ayam berada di rebusan bumbu, setelah itu buang airnya jangan dipakai, lalu cuci bersih lagi sebelum dimasak.

** Bila jeroan, setelah dimasukkan air berbumbu didiamkan selama 10 menit di atas kompor yang menyala. Baru kemudian dibiarkan selama 10 menit lagi, setelah api dimatikan dan panci dipindah tempat. Buang air rebusan, cuci kembali dan selanjutnya diolah menurut selera.

Tujuan tehnik di atas untuk menghilangkan bau amis. Lalu pertanyaannya apakah untuk bagian usus enggak hancur? Tadi mimin telah menyarankan untuk membeli yang dalam keadaan utuh tak terputus, maksudnya agar tidak hancur bila direndam air panas berbumbu? Paham ya sekarang? Silakan mencoba. (fan)


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar