Pria 65 Tahun Alami Trauma Usai Diperkosa Tiga Kali oleh Janda

Foto: net

RiauKarya.com - Pria berusia 65 tahun di Taiwan bernama Ah Ruan, menjadi korban pemerkosaan oleh seorang janda bernama Ying Ying. Diberitakan World of Buzz, Ah Ruan pertama kali bertemu perempuan berusia 49 tahun tersebut dalam salah satu acara di Taipei pada bulan Mei 2018.

Usai beberapa kali bertemu, Ah Ruan dan Ying Ying membuat janji pertemuan. Namun, kepada polisi, Ah Ruan mengakui pada suatu hari di bulan September, Ying Ying menjebaknya untuk bertemu. Lalu ia diperkosa.

”Dia mengajakku keluar makam malam di restoran. Dia menjemputku di stasiun kereta. Waktu saat itu sudah lewat pukul 22.00. Setelah makan malam, Ying Ying mengajakku ke rumahnya,” jelas Ah Ruan.

Ia mengakui menerima ajakan Ying Ying karena sudah larut sehingga ia merasa tak aman kalau pulang ke rumah sendirian memakai kendaraan umum.

Malam itu, tak terjadi hal menakutkan apa pun. Mereka tidur sekamar dan Ah Ruan tidur di lantai sementara Ying Ying tidur di kasur.
Keesokan harinya, keduanya pergi keluar untuk makan dan meminum alkohol. Mereka lalu ke supermarket untuk membeli makanan sebelum kembali ke rumah Ying Ying.
”Saat itulah aku merasa pusing dan lesu sehingga hanya berbaring di tempat tidurnya. Tapi, Ying Ying bertingkah aneh, berteriak, dan memerkosaku. Saat itu aku lemas, tak punya tenaga untuk melawannya,” kata Ah Ruan.
”Dia memberiku suplemen seperti viagra sehingga bisa berhubungan sebanyak 2 kali. Tapi aku sama sekali tak bisa menerima perlakuannya, aku diperkosa sampai tiga kali,” ceritanya.

Usai tiga kali dirudapaksa,  Ah Ruan mengatakan ingin melarikan diri dari rumah Ying Ying tetapi dia tidak bisa melakukannya karena Ying Ying memerlukan kartu akses untuk keluar dari rumahnya. Ah Ruan tidak punya pilihan selain tinggal di sana selama satu malam lagi.

Keesokan harinya, Ah Ruan memberanikan diri bertanya alasan Ying Ying mengapa melakukan penyerangan seksual.
”Dia mengatakan menyesal dan mengejekku. Dia mengatakan kemaluanku kecil, tak sebagus milik orang asing, dia menyesali perbuatannya karena hal itu,” tuturnya.

Setelah pulang ke rumah, Ah Ruan marah lalu mengajukan laporan kepada aparat kepolisian. Secara kejiwaan, Ah Ruan mengakui terganggu setelah kejadian itu. ”Setiap malam aku selalu mendapat mimpi buruk.”


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar